2 tahun sudah keluarga ini berjalan Usia perjalanan yang masih sangat muda untuk bisa menjadi mapan seperti orang-orang disekitar kita. Mapan dalam artian secara ekonomi, mapan secara psikologis berkeluarga. Sehingga untuk menjadi lebih harmonis dan rukun, masih diperlukan waktu yang panjang dan tentunya setelah kita melewati banyak lagi perbedaan pendapat atau bahkan saling “benci”.
Dalam 2 tahun ini pula, berbagai macam “bumbu” hidup pernah kita cicipi bersama. Mulai dari rasa manis hingga asin, bahkan tidak berasa “bumbu”nya, pernah kita rasakan. Dan bila semua “bumbu” itu tidak semakin membuat kita semakin dewasa dan saling memahami, janganlah kita saling menyalahkan satu sama lain lagi. Masih sangat terasa di bibir, bahwa egois terkadang belum hilang dari lidah kita, sehingga bumbu egois ini kerap menempel dalam setiap detik yang kita lewati bersama.
Dan dalam 2 tahun ini pula, Allah SWT telah menitipkan seorang anak yang cantik dan (insya allah) shalehah, yang harus kita didik dan kita rawat selama umur dikandung badan. Insya allah, kita pun telah mengamalkan satu dari banyak sunnah yang belum kita jalankan, yakni sunnah memberikan nama yang baik. Dan kita pun telah setuju (di detik-detik terakhir) untuk memberinya nama Hana Muthiah Al Fajri. Tentunya dengan titipan ini, bertambah pula kewajiban dan hak kita yakni sebagai orang tua, abi dan ummi. Kewajiban Abi dan kewajiban Ummi terhadap anak tentunya saling berbeda, begitu pula terhadap satu sama lain.
Selama 2 tahun ini pula, banyak rencana dan impian yang telah kita gantungkan nun jauh di atas sana semerta hanya kita harapkan semoga Allah SWT berkenan mengabulkannya. Amin. Semoga hanya yang akan membawa maslihat saja di dunia dan akhirat, yang Allah SWT kabulkan. Karena tentu kita tidak ingin menderita akibat keinginan kita yang (ternyata) menjadi murka Allah SWT. Dan kita sangat mengharapkan semoga Allah SWT memberikan kita semua bisa ber-hablumminannas- tanpa melupakan habluminallah. Menjemput rezeki dunia tanpa meninggalkan bekal akhirat.
Hingga 2 tahun ini, belum banyak prestasi yang bisa kita raih. Seolah kita melupakan bahwa saat mahasiswa dulu pernah menjadi sangat idealis. Bahkan dengan sangat penuh keberanian, kita bisa saling meneriakkan perbedaan kebenaran dan kesalahan. Dan kita pun (pernah) saling berlomba untuk saling memperbaiki diri menjadi yang terbaik di mata Allah SWT.
Tapi di 2 tahun ini pula yang sering kita lihat satu sama lain bahwa kita sudah jauh melenceng dari zaman kemahasiswaan dulu. Seakan idealisme telah berkarat dan keropos. Seakan prinsip-prinsip keadilan telah kita lupakan. Seakan tak ada lagi cerita pembelaan terhadap masyarakat yang telah hadir di sekitar kita, bukan lagi di lingkungan mahasiswa. Kita kembali untuk berselisih tanpa ada islah. Bersitegang yang kadang berkepanjangan. Sangat jauh dari acuh, tapi tidak pun sampai sangat peduli. Atau bahkan itsaar. Benci tapi rindu. Kerinduan untuk bisa kembali seperti dulu, itulah yang sangat kita harapkan hadir dikemudian hari.
Semoga di 2 tahun ini pula, kita kembali untuk menjadi lebih saling men-tua-kan diri ditengah kehadiran buah hati tercinta kita. Menyadari bahwa kita sudah menjadi orang tua dan bisa memberi teladan untuk anak kita. Menjadi bagian dari masyarakat yang sangat heterogen dan bisa jadi (tidak) idealis. Dan kita pun masih tetap menjadi anak di usia kita yang masih sangat muda, untuk terus berbakti bagi kedua orang tua kita yang masih sehat tersebut. Alhamdulillah.
Mulai 2 tahun ini pula, kita akan terus (kembali) berbenah diri masing-masing. Semakin belajar dari para orang tua kita, bahwa mereka pun untuk menjadi keluarga mapan seperti sekarang, bukan melalui proses yang instan. Boleh kita untuk termotivasi dan menggebu untuk bisa seperti mereka, tapi tetap kita ingat bahwa semua itu ada prosesnya dan tidak bisa instan. Semoga kita bertiga bisa saling melengkapi dan menentramkan satu sama lain. Bersama belajar untuk bersyukur dan bersabar dalam mengikuti “skenario” hidup ini.
I love you my wife, and will be still love you in this roller “live” coaster…..

Catatan Milad ke 2 tahun pernikahan Hendra & Lina 1 Juli 2009