Uang lembaran tidak pernah berisik ketika ada gesekan dengan uang lembaran lainnya. Sementara uang recehan mudah sekali berisik ketika bergesekan dengan uang recehan lainnya. Uang lembaran pada umumnya memiliki nilai lebih tinggi daripada uang recehan.

Sering kali karena nilainya yang rendah itu, uang recehan kerap digunakan untuk hal-hal yang bernilai kecil. Bila di semisalkan dengan nilai seseorang, uang lembaran ini diibaratkan orang yang memiliki nilai lebih dibanding orang kebanyakan. Nilai lebih baik, lebih bijaksana, lebih toleran, lebih memahami, dan sederet nilai kebaikan lainnya menjadi pembeda nilai diantara orang-orang itu sendiri.

Orang yang memiliki nilai uang lembaran bila dikumpulkan dengan sesama mereka, cenderung untuk tidak berisik ketika mereka bersinggungan dengan yang lainnya. Berbeda dengan orang yang memiliki nilai recehan sering kali berisik, meributkan hal yang sepele, ketika bersinggungan dengan sesama orang nilai recehan lainnya.

Toleransi dalam hal ini menjadi sifat yang diutamakan dalam menyikapi setiap persinggungan dalam bermasyarakat. Toleransi menjadi tema tersendiri dari pelajaran-pelajaran kewarganegaraan, PPKN, Pancasila, dan lain-lain, yang telah diajarkan semenjak kita sekolah di bangku SD. Sifat yang satu ini memang telah diajarkan sedari kecil oleh para guru sehingga kita, para murid, sudah terbiasa dan memahami apa itu toleransi. Akan tetapi, kata itu seakan membuih ke udara, tidak meresap dalam kebiasaan kita sehingga seringkali terlupakan ketika bersinggungan dengan orang lain. Tampaknya toleransi memang menjadi sebuah kata yang mudah diucapkan setiap orang, tetapi sulit untuk diaplikasikan pada saat kita bersinggungan.

Belajar untuk menjadi lebih toleran dalam menyikapi perbedaan harus menjadi sifat yang diutamakan ditengah pergaulan masyarakat. Banyak sekali perselisihan yang kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Terkadang hal yang remeh temeh pun bisa menjadi hal yang besar untuk kita perdebatkan. Dalam konteks apapun, setiap perbedaan bisa berujung pada permusuhan. Terlebih dalam hal beragama pun, bila ada para pemuka agama yang memiliki perbedaan ilmu keagamaan dengan sesamanya, mereka bisa saling menghakimi satu sama lain, dimana hal ini dapat berpengaruh kepada para pengikut dibelakangnya.

Semoga saja diantara kita bisa lebih meningkatkan nilai diri kita menjadi uang lembaran, sehingga kita tidak mudah berisik ketika bersinggungan dengan orang lain.