Hambatan untuk Action biasanya muncul dalam pikiran kita sendiri. Ketakutan demi ketakutan terus menggaung dalam pikiran kita. Ketakutan yang hingga saat ini terkadang sering terdengar dalam pikiran saya yaitu takut ditolak, takut tidak diterima, malu, kita takut di cuekin sama target konsumen kita, dan segala macam ketakutan yang lainnya, yang bila kita pikirkan dengan nalar sehat kita, alasan-alasan itu belum tentu terjadi atau mungkin tidak akan pernah terjadi.

Mungkin dalam hal perencanaan & strategi, bisa jadi kita sangat lihai membuatnya. Berbagai macam strategi kemasan produk kita buat dengan sangat indah, kualitas produk kita jaga dengan ketat. Segala macam tek tek bengek kita siapkan. Dan semangat juang 45 telah kita kobarkan untuk siap menghadapi calon konsumen kita. Akan tetapi hal itu semua belum teruji bila kita belum berhadapan langsung, empat mata, memberitahukan tentang produk kita ke calon konsumen. Itu semua belum terbukti kalau kita belum ACTION.

Akan sangat disayangkan bila ternyata ketika akan selangkah lagi mendekati calon konsumen kita, tetapi kita sudah keburu mundur seribu langkah hanya dengan alasan takut ditolak, malu dan segala macam ketakutan tadi.

Mungkin yang perlu kita takutkan yaitu mau makan apa bila kita tidak jadi menawarkan produk kita ke calon konsumen kita? Apa jadinya perasaan keluarga kita yang ada dirumah ketika tahu bahwa kita membawa pulang barang dagangan kita balik ke rumah, hanya dengan alasan malu? Mau dapat uang dari mana kalau kita tidak ACTION?

Semoga saja dengan tulisan ini, kita tidak banyak berfikir lagi untuk segera ACTION. Just Do IT, Just ACTION, nothing to worried anything before it happen. Benar juga apa yang dikatakan para mentor bisnis kita bahwa JANGAN PERNAH BANYAK BERPIKIR UNTUK ACTION. Hadapi dulu saja calon konsumen kita. TITIK!!!. Masalah nanti kita bingung mau ngomong apa, YAKIN saja, Allah Yang Maha Memberi Rizki akan melancarkan lidah kita untuk bicara.

Kesal juga saya dengan diri sendiri ini…..huh….