Secara sadar dan masih dalam tingkat waras yang tinggi, merasakan getaran dan goyangan gempa sungguh menjadi pengalaman yang sangat takjub dan luar biasa. Karena baru dalam 24 tahun terakhir ini, saya merasakan goyangan bumi yang kuat dan melihat reaksi teman-teman lainnya yang panik akibat goyangan bumi itu. Sempat saya bertanya dalam hati, apa yang terjadi dengan bumi? Kenapa bergoyang seperti ini?
Entah berapa Skala Richter angka yang ditunjukkan pada alat meteran pencatat gempa, tapi yang pasti goyangan yang saya rasakan di Slipi, Jakarta Barat dapat menggoyangkan tubuh saya seperti pusing saat darah rendah saya kumat. Saya lihat sendiri sampai-sampai mobil yang ada dipelataran parkir maju mundur, bergoyang. Sekilas lucu memang melihat ada mobil bisa maju-mundur sendiri, tapi kondisi saat itu bukan dalam panggung ludruk.
Segera ku lihat di Internet apa yang sedang terjadi di bumi nusantara ini. Begitu ku buka detik.com, diberitakan secara singkat bahwa Jakarta diguncang gempa dahsyat. Dan ternyata kejadian ini terjadi di beberapa pulau di Indonesia. Selepas gempa agak mereda setelah hampir 10 menit menggoyang tempat kerjaku di Slipi, selintas terpikir bagaimana dahsyatnya dengan guncangan hari kiamat nanti.
Bagi saya, kejadian ini menjadi pelajaran kecil yang indah. Bagaimana Allah SWT menunjukkan kekuatannya pada saya bahwa ternyata memang, Allah SWT mempunyai kuasa yang melebihi apa yang bisa dibayangkan manusia. Saat gempa itu terjadi, saya lihat teman-teman yang saat itu sedang berada didalam kantor, segera panik berhamburan keluar ruangan menuju lapangan terbuka sambil berteriak ā€œgempa..gempa…ā€. Walaupun orang-orang tidak sepanik sampai tabrak-tabrakan, tapi saya perhatikan bahwa memang guncangan gempa yang kecil seperti ini saja sudah membuat orang-orang kalang kabut. Apa lagi dengan guncangan yang lebih dahsyat lagi seperti di Tasikmalaya yang mencapai angka 7,3 SR.
Sungguh memang benar sekali apa yang diceritakan dalam Al-Quran surat Al-Zalzalah (99) Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), (1) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, (2) dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”, (3)
Dan wajar saja bila dalam kondisi gempa sampai ada kejadian di Tasikmalaya, seseorang yang melepaskan infusannya saat sedang dalam perawatan di rumah sakit. Karena dalam Al-Quran pun telah diceritakan dalam surat AL-Hajj (22), dalam contoh seorang ibu yang menyusui yang sampai lalai meninggalkan bayi yang akan disusuinya.
Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.