Membaca selembar tulisan “Panitia Qurban” yang ditempel di kaca masjid dekat tempat kerja saya, telah membuat saya terhenyat sepersekian detik dengan perasaan kaget, karena memang ternyata hari esok, 27 November 09, tepat hari jumat adalah hari raya idul qurban tahun 1430 H.

Kesibukan yang lumayan padat di tempat kerja saya minggu-minggu ini memang seakan membuat saya terlelap dalam tumpukan pekerjaan yang harus ditangani. Sehingga ketika melihat kalender masehi pun, hanya untuk mengetahui tanggal dan hari atas apa pekerjaan yang belum diselesaikan.

Kesibukan ini memang kesibukan yang memabukkan. Tak ayal, bahkan kejadian apa yang terjadi pada hari itu pun, saya hampir melewatkannya. Dan untuk besok hari pun, yang saya tahu hanya “besok tanggal merah, saatnya istirahat dirumah atau ada rencana liburan kemana ya???”.

Padahal besok adalah hari raya umat Islam yang kehadirannya sangat dinantikan ribuan umat muslim di dunia, karena pada hari raya qurban itu ada kegiatan yang sangat bernilai pahala kebaikan, yakni memotong hewan kurban. Dan ternyata momen itu telah saya lewatkan begitu saja. Dan memang, lagi-lagi tahun ini, saya belum bisa berkurban sebagaimana wajibnya. Bahkan kewajiban akikah untuk kelahiran anak saya pun, Hana, belum sempat terlaksana. Apakah semua tujuan ini dikarenakan tiada niat di hati???

Sebuah koreksian besar bagi saya karena seandainya cita-cita ini ingin terwujud, maka tentunya saya harus meng-azzam-kan diri untuk berniat kurban tahun depan. Atau melaksanakan akikah terlebih dahulu.

Semoga hati ini disuburkan untuk dapat menanamkan niat berkurban dan berakikah tahun depan, dan semoga Allah SWT menyuburkan niat ini sehingga terus tumbuh dan subur sehingga tahun depan dapat terlaksana. Amin.

Ya Allah, suburkanlah hati ini dengan pupuk istiqomah dan suburkan dengan cahaya iman di hatiku. Amin.