Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Bagaimana kabar sahabat sejati hendra-permana semua? semoga anda semua dalam kondisi prima hari ini. Dikarenakan suasana rumah baru masih bisa saya rasakan di tempat tinggal saya saat ini, ada informasi yang ingin saya bagi dengan sahabat semua terkait rencana sahabat semua untuk membeli rumah, baik tunai maupun dengan kredit KPR di bank.

Indo dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), kasus-kasus mengenai pembelian rumah masih terjadi dan harus menjadi perhatian utama para calon konsumen, sehingga tidak menjadi bahan untuk komplain di kemudian hari.

Beberapa hal yang masih menjadi bahan komplain dari beberapa konsumen yang sudah “terjebak” dengan janji manis developer adalah :

1). Tidak sesuai antara penawaran dan kenyataan.

Iklan atau promosi seringkali merupakan pencetus utama ketertarikan konsumen terhadap suatu produk. Sayangnya, umumnya iklan berisi informasi yang tidak seimbang karena yang diungkapkan hanya sisi positif. Akibatnya konsumen tidak siap ketika menghadapi sisi negatif yang tidak pernah terpikir atau terduga. Contohnya, beberapa bulan setelah akad kredit, listrik di rumah konsumen belum terpasang seperti yang dijanjikan. Konsumen diberi solusi pemasangan listrik sementara yang sebenarnya ilegal, yaitu pencantolan dari tetangga atau tiang listrik. Hal ini mengancam keselamatan konsumen dan masyarakat sekitar akibat kemungkinan arus pendek dan juga rawan penertiban dari pihak PLN. Contoh lain yang termasuk kategori penipuan adalah brosur yang menyatakan konsumen berhak mendapat bunga bersubsidi, tetapi ternyata konsumen menandatangani akad kredit yang mencantumkan nilai bunga non subsidi.

2). Itikad tidak baik pengembang

YLKI seringkali menemukan bahwa ketika bersengketa dengan konsumen, pengembang tidak menunjukkan itikad yang baik dalam penyelesaian sengketa. Contohnya ketika terjadi wanprestasi, di mana pengembang lalai menjalankan kewajibannya, pengembang tetap menuntut konsumen untuk membayar kewajibannya, tanpa peduli bahwa konsumen tidak menerima hak sesuai perjanjian.

Konsumen disarankan untuk hati-hati memilih pengembang dan bekali diri dengan pengetahuan seputar perumahan sebelum mulai bertransaksi.

info selengkapnya bisa sahabat lihat di sini