Dikisahkan ada seorang pemuda yang hendak mencukur rambutnya yang sudah cukup panjang. Didatangilah sebuah tukang cukur yang tidak jauh dari rumahnya. Setibanya di tempat cukur tersebut, pemuda itu dipersilahkan duduk oleh bapak tua yang tidak lain adalah tukang cukur rambut di tempat itu. Setelah duduk di tempat cukur, si bapak itu bertanya.

“Dik, sebelum bapak mencukur rambut kamu…bapak ingin tanya, menurut kamu Allah itu ada nggak?” Si pemuda itu kaget, karena bukan itu pertanyaan yang biasanya diajukan seorang tukang cukur. Biasanya para tukang cukur menanyakan ingin dipotong rambut model apa, apa kumisnya di cukur juga, apa janggutnya mau sekalian dirapihkan. Tapi si pemuda ini malah ditanya soal tuhan.

Dengan sigap, si pemuda itu menjawab dengan tegas “Ada”. Kemudian si bapak tua itu berkata “menurut bapak, Allah itu tidak ada….”. “Kenapa tidak ada?” Tanya kembali si pemuda. “Bila memang Allah itu ada, kenapa diluar sana masih banyak bencana alam, negara ini dipenuhi dengan banyak masalah, kemiskinan merajalela. Kenapa tuhan membiarkan semua itu terjadi kepada kita?” jawab si bapak tua.

Pemuda itu tertegun. Berakhirnya pertanyaan itu, si bapak tua mulai mencukur rambut pemuda tersebut dengan teliti, halus dan rapi. Pemuda itu memperhatikan bagaimana si bapak tua merapikan semua bagian rambut, mencukur dengan bersih tanpa banyak pertanyaan lagi kepada pemuda tersebut. Selesailah pemuda itu di cukur oleh bapak tua tersebut. Tampak kagum dengan hasil potongan si bapak tua, pemuda itu lantas membayar biaya cukur sambil tampak bingung dengan pertanyaan dari bapak tua itu atas keberadaan Allah selama ini.

Diperjalanan pulang, si pemuda bertemu dengan beberapa orang yang rambutnya tidak rapi, gondrong, kumisnya panjang hingga menutup mulut, jenggotnya menjulur panjang terurai kemana-mana. Tiba-tiba si pemuda itu berpikir heran, kenapa masih banyak juga orang-orang yang rambutnya, kumis dan jenggotnya tidak terurus rapi.

Kemudian si pemuda itu kembali mendatangi bapak tua tukang cukur di tempatnya. Dikarenakan pintu tempat cukur itu tertutup, lantas si pemuda mengetok-ngetok pintu tempat cukur tersebut, sambil berteriak “permisi, ada tukang cukurnya ???”. Terdengar jawaban dari dalam tempat cukur itu “Ada”. Lantas si pemuda langsung menyahut “Tidak ada”. Selang beberapa menit, si pemuda itu kembali berteriak “permisi, ada tukang cukurnya ???” Disahut lagi suara dari dalam tempat cukur itu “Ada” dengan nada sedikit naik. Kembali si pemuda itu berteriak pertanyaan yang sama dengan ketukan di pintu yang semakin kencang. Tak lama kemudian, nampak wajah seorang bapak tua mengintip dari kaca pintu dan membuka pintunya sambil bertanya sedikit emosi “Ada apa, kenapa terus bertanya ada tukang cukur atau tidak padahal sudah saya jawab ada…memangnya ada apa????”

Si pemuda kemudian berkata “Apakah bapak yakin tukang cukur itu ada?” Si bapak tua cukup heran mendengar pertanyaan si pemuda. “Tentu saja ada” jawab bapak tua dengan yakin. Kemudian si pemuda itu bertanya lagi “Lantas bila memang tukang cukur itu ada, kenapa diluar sana banyak sekali orang dengan rambut gimbal tidak terurus, kumis dan jenggot sangat tidak rapi?”

Dengan sedikit kesal, si bapak tua itu menjawab “ya karena mereka itu tidak mau mendekati tukang cukur. kalau saja mereka mau mendekati dan meminta saya untuk menolong mereka, pasti saya bantu merapikan rambut, kumis dan jenggot mereka”.

“Berarti Allah itu juga ada” tungkas si pemuda menjawab. “Kondisi kenapa masih banyak bencana alam di negara kita, permasalahan bangsa yang tidak kunjung selesai, kemiskinan dimana-mana, berarti memang kitanya sendiri yang tidak mendekati Allah, tidak meminta pertolongan Allah untuk menyelesaikan semua permasalahan kita selama ini. Mungkin selama ini kita sudah melupakan Allah untuk menyelesaikan semua permasalahan kita, sehingga permasalahan kita tidak kunjung beres rapi”

Terkadang kita sudah terlalu mengagungkan logika dan cara kita menyelesaikan masalah. Terkadang kita selalu berinisiatif untuk menyelesaikan masalah hidup dengan cara kita sendiri ~mencukur rambut kita sendirian~. Itu sebabnya permasalahan itu tidak kunjung selesai dan hanya semakin runyam. Namun, sudahkah kita mendatangi tukang cukur dan meminta tolong untuk merapikan semua permasalahan kita???

Sumber : Penggalan ceramah subuh di Masjid Istiqlal tanggal 25 Ramadhan 1429 H