Bilang saja kerugian ini bukan kerugian uang, tapi uang pembelajaran….

Yah, rugi, untung akan lebih sering kita dengar saat kita memutuskan menjadi pengusaha. Seorang pengusaha, businessman, entrepreneur, pedagang, apapun istilahnya, akan lebih sering kita jumpai. Dan semakin sering kita jumpai, maka lama-lama pun kita akan lebih kenal dengan bentuk yang bernama rugi dan untung itu.

Bisnis berupa outlet makanan ini memang sesuatu yang baru saya kenal. Karena sifatnya yang masih baru ini, saya belum kenal sama sekali dengan rugi dan untungnya bisnis outlet makanan ini. Dan tepat satu bulan semenjak outlet makanan ini saya resmikan, barulah saya mengenal rugi dari bisnis ini.

1. Perjanjian Karyawan

Sebagai newbie dan amphibi, terkadang kita melupakan beberapa point kesepakatan dengan karyawan yang akan melakoni usaha kita. Dan ternyata ini juga yang saya alami. Ada beberapa ketidakjelasan yang baru kita sepakati di tengah jalan kerjasama dengan karyawan. Jelas ini sangat tidak etis. Dan untuk menjaga integritas kita sebagai Tangan Di Atas, maka sebaiknya apapun konsekuensi dari perjanjian yang belum utuh sempurna kejelasannya itu, sebaiknya kita tetap tepati janji sebagaimana perjanjian awal. Untuk kesalahan ini, saya harus membayar kerugian sebesar 300 ribu. Dan sebagai bentuk evaluasinya, akhirnya mulai saat ini saya sudah siapkan perjanjian tertulis kerjasama untuk calon karyawan saya selanjutnya.

2. Kenali target lokasi tempat usaha kita

Dengan cara tanyakan kondisi dagangan pada pedagang sekitar di daerah tersebut. Apakah tempat tersebut cukup strategis dan menguntungkan buat mereka. Bagaimana kesan dan kondisi usaha mereka selama ini selama berjualan di tempat tersebut? Setidaknya dengan kita mencari tahu dan mengenali target tempat usaha tersebut, kita sudah satu langkah memperkecil peluang kerugian kita saat usaha telah berjalan. Memang tidak menjamin pula, kerugian pedagang lain berdampak pada kerugian usaha kita juga, karena pada dasarnya setiap usaha sudah ada kadar rejekinya masing-masing. Tapi tidak ada salahnya kita sudah memperkecil rejeki kerugian kita juga.

3. Cari karyawan terdekat dan mau gaji kecil

Sebagai seorang amphibi dan masih newbie di usaha outlet makanan seperti ini, sebaiknya kita mencari karyawan yang tempat tinggalnya dekat dan bersedia di gaji kecil dulu.Kenapa harus mencari karyawan yang lokasi tinggalnya dekat? karena kita belum tahu omset kotor kita selama usaha berjalan 1 bulan nanti dan jangan sampai juga kita harus nombok uang pribadi untuk membayar gaji karyawan. Dengan awalan di bulan pertama, bila kita menyodorkan tawaran gaji yang tinggi serta tidak ada kejelasan perjanjian kerjanya seperti apa, maka siap-siap saja kita menanggung kerugian akibat kurang cermatnya perhitungan bisnis kita. Dan juga dengan karyawan yang dekat lokasi tinggalnya, setidaknya kita tidak membebani biaya hidup karyawan kita tersebut. Soal tawaran gaji kecil ini, sebaiknya kita buatkan skema penggajian yang efektif & efisien untuk kelangsungan bisnis kita selanjutnya. Sehingga mulai bulan kedua ini, saya mencari karyawan yang dekat tempat tinggalnya dengan outlet makanan saya. Serta untuk gajinya saya turunkan menjadi 500 ribu dengan komposisi 200 ribu untuk gaji pokok dan 300 ribu untuk uang kehadiran/transport. Dengan komposisi seperti ini, diharapkan karyawan kita akan lebih rajin & disiplin berangkat dagang daripada sekedar mengharapkan gaji buta.

4. Cari karyawan yang jujur & serius

Memang permasalahan dengan karyawan ini sudah biasa dialami para newbie seperti saya. Salah satunya mencari karyawan yang cocok bekerjasama dengan kita. Karyawan yang jujur dan serius ini tidak bisa dikenali secara kasar. Bila kita kurang lihai mengenali karakter orang, kita tinggal gambling saja dalam hal pengurusan usaha kita untuk satu bulan kedepan. Dan kita baru kenal karakter karyawan kita bila usaha kita telah berjalan. Penilaian jujur dan serius ini juga terlihat dari cara kerja atau SOP yang sudah kita buatkan. Bila memang sistem yg sudah kita buatkan ternyata tidak juga dilaksanakan, berarti karyawan kita tidak serius dan akibatnya di ujung hari nanti bisa merepotkan usaha kita. Segera cari pengganti karyawan dan sebagai newbie, tidak perlu ribet dan khawatir dulu dengan jujur & serius karyawan baru kita. Selama kita sudah yakin dan percaya, jalankan saja usaha kita.

5. Buat SOP dan sistem kerja yang jelas dan memudahkan karyawan

Evaluasi selalu sistem kerja usaha kita yang sedang dilakukan selama ini. Apakah itu sistem pelaporan kerja, sistem keuangan usaha kita, atau sistem kerja lainnya yang bila memang menghambat kinerja karyawan kita, maka segera perbaiki. Seperti yang telah saya lakukan, maka saya segera merubah format laporan usaha outlet makanan saya tersebut sehingga karyawan saya mudah dalam mengisi dan melaporkan hasil penjualan outlet setiap harinya.

Bila memang bisnis kita tidak mampu membayar gaji karyawannya sendiri, maka secepatnya kita ambil tindakan untuk kelanjutan usaha kita tersebut. Keep It or Leave It…….

Jadi jangan takut ketemu dengan rugi atau untung, semakin sering kita ketemu dengan rugi dan untung pada bisnis kita, semakin mudah kita mencarinya….

 

Salam evaluasi,

Note : tulisan ini dibuat tanpa editing, penuh emosi karena pusing bikin solusi