Ini cerita saya pada 19 Juni 2012 kemarin….melakukan perjalanan ke Sukabumi selama dua hari.

—————————————————————–

Lama kelamaan, tanpa adanya rutinitas dan agenda kerja yang jelas, bosan juga ya??? akhirnya, saat embun pagi belum menguap, saya beserta anak istri sudah berkemas rapi seperti hendak sudah memiliki tujuan yang jelas pagi itu. “Ah..yang penting semua sudah siap. Rumah sudah beres, kita sudah membawa pakaian bersih di tas, mobil sudah siap berangkat”…begitu tandas istriku saat ku tanya mau pergi ke mana.

“Ok..terserah Ummi mau pergi kemana. Mau ke Bandung, hayuu…ke Ancol, hayuu…ke The Jungle, hayuu…” Hari itu memang sudah kami rencanakan untuk pergi keluar kota. Meskipun sebenarnya masih ada PR pekerjaan yang belum saya kerjakan ke luar kota, namun saya sendiri lebih senang memenuhi keinginan anak istri, apapun yang mereka mau.

Jam 8.30 pagi kami tiba di Warung Sayur Kupat Padang di daerah Jababeka yang cukup laris dan jadi salah satu tempat favorit sarapan kami. Sarapan pagi kali ini cukup bergizi, karena pakai telor…hehe. Biasanya dan karena dulu memang terbawa kondisi, setiap kali kami beli sarapan, sering kali yang biasa-biasa saja. Tidak perlu bergizi berlebihan, yang penting kenyang di perut dan enak di lidah. Dan meskipun kondisi dompet kami saat ini sudah cukup, namun tetap saja tidak leluasa untuk berlebihan dari perut kenyang.

Jam 9 pagi lebih beberapa menit, kami selesai sarapan dan segera masuk ke dalam mobil untuk menyalakan AC (air conditioner) mobil, karena suhu pagi di luar sana sudah cukup panas membuat kami berkeringat lagi. Beberapa menit di dalam mobil sambil mendinginkan badan, kami cukup lama berdiam diri saat saya lontarkan pertanyaan “Mau kemana lagi nih???”

Karena masih belum menemukan jawaban yang pas, akhirnya kami jalan keliling Jababeka-Cikarang Baru. Kami sempat mampir juga ke Delta Mas. Iseng…sekalian napak tilas beberapa kejadian masa lalu kami saat jalan-jalan pakai motor bersama. Beberapa kesempatan di jalanan Delta Mas sempat kami bicarakan kembali, bagaimana dulu kami pernah jalan-jalan ke Delta Mas pakai motor, bertiga dengan anak kami yang masih kecil. Bagaimana kami pernah berteduh di jalanan kantor pemda Bekasi di Delta Mas, karena kepanasan dan membeli sebotol Teh Sosro. Saat itu dengan gaji saya yang baru 1,5 juta per bulan, membeli Teh Botol Sosro masih cukup satu saja untuk bertiga. Bukan karena gaji tidak cukup, tapi selama masih cukup, kenapa harus berlebihan???

Setelah muter-muter masih bingung juga, kami beranjak masuk pintu Tol Cikarang Baru. Saya bilang ke Istri lebih baik kita pergi ke Bandung saja. Disana kita bisa silaturahmi ke teman dan banyak saudara saya. Meskipun baru seminggu yang lalu kami pulang jalan-jalan dari Bandung, namun masih ada banyak agenda silaturahmi yang belum kami kunjungi.

Menjelang jam 11 siang, tiba-tiba istri memilih untuk pergi ke Sukabumi. Langsung meng-iya-kan, saya segera bawa mobil keluar pintu tol Karawang Timur dan masuk lagi tol menuju tol Jagorawi. Dari pintu tol Karawang Timur, melewati pintu gerbang tol Utama Cikarang Pusat, saya segera menuju pintu tol Cikunir. Dari pintu tol Cikunir, saya menuju arah Bogor sesuai petunjuk jalan yang ada di sepanjang jalan tol Jagorawi. Setelah melewati gerbang Tol Cibubur, sejenak saya berhentikan kendaraan di pinggir tol tidak jauh dari gerbang tol Cibubur. Saya buka GPS di handphone untuk memastikan rute jalan menuju Bogor.

Tidak lama sekitar 10 menit kemudian, saya segera berangkat lagi. Namun, ternyata di belakang mobil sudah mendekat mobil patroli polisi. Wah…kaget saya, sontak teringat SIM yang belum saya miliki hingga kini. Siap-siap nih sidang tilang lagi, pikir saya.

Belum juga mobil beranjak, mobil patroli polisi sudah menghadang di depan. Kendaraan saya di berhentikan. Saya segera buka jendela mobil untuk menyambut bapak polisi yang segera menghampiri saya. “Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?” segera sapa Bapak Polisi. “Nggak Pak, saya sudah mau jalan lagi, tadi habis lihat rute jalan di peta” sambil saya tunjukkan handphone peta GPS saya. “Memang Bapak mau pergi kemana?” tanya kembali Pak Polisi. “Saya hendak pergi ke Sukabumi Pak dan tadi sudah tahu rutenya sampai ujung jalan tol arah pintu Bogor” jawab saya. Saya berusaha yakinkan lagi Pak Polisi tersebut bahwa saya akan segera jalan lagi dan sudah tidak perlu bantuan lagi. Akhirnya Pak Polisi itu mengijinkan mobil kami berangkat lagi. Huff…Alhamdulillah…

Perjalanan setelah melewati ujung tol Jagorawi menuju pintu tol Bogor cukup lancar hingga perempatan Jalan Raya Tajur-Ciawi-Sukabumi. Dari sana perjalanan hingga mencapai Kota Sukabumi mencapai waktu hingga 3 jam dikarenakan banyaknya perbaikan jalan dan jembatan, di tambah dengan “pasar tumpah” di beberapa ruas jalan sepanjang jalan raya utama menuju Kota Sukabumi.

Akhirnya kami sepakat untuk mengunjungi salah satu teman istri yang dulu pernah bareng saat kuliah. Namanya Vina. Adik kelas istri semasa di UPI dulu, namum pernah nge-kos bareng cukup lama. Dan juga saat dia menikah sekitar 2 tahun yang lalu, kami tidak sempat datang ke acara pernikahannya.

Dengan berbekal alamat di Facebook, kami coba cari alamat Vina di daerah Baros, Sukabumi. Kami juga coba telepon, sms atau kontak FB nya, hingga kami tiba di Sukabumi pun belum ada kabar dari Vina. Akhirnya sudah nanggung sampai di Kota Sukabumi, maka kami lanjutkan pencarian rumah Vina di daerah Baros. Dengan berbekal petunjuk arah di GPS mendekati daerah Baros dan beberapa kali bertanya ke beberapa orang di jalan, akhirnya tiba juga kami di rumah Vina.

Menjelang malam, kami pamit pulang dan meski berharap dapat menginap di rumah Vina, namun kami putuskan untuk menginap saja di hotel sekitar Kota Sukabumi. Selain untuk tidak merepotkan tuan rumah, kami pun ingin lebih bebas beristirahat setelah perjalanan panjang menuju Sukabumi. Akhirnya menjelang jam 10 malam, kami menemukan hotel Anugrah, hotel baru dengan standar pelayanan bintang 3, dengan fasilitas hotel yang cukup memuaskan.