20 Juni 2012

Pagi hari setelah mendapat sarapan dari hotel, menunaikan shalat dhuha, kami beranjak check out jam 10 dari Hotel. Lanjut dari hotel, kami putuskan untuk lanjut jalan-jalan kami menuju Pantai Pelabuhan Ratu. Jarak dari hotel menuju Pantai ditempuh dengan jarak sekitar 58 Km atau sekitar 3 jam perjalanan.

Perjalanan menuju Pelabuhan Ratu tidak terlalu lancar karena jalanan yang kecil (hanya untuk 2 jalur kendaraan berlawanan arah), kondisi aspal jalan yang tidak terlalu mulus juga jalannya yang berkelok-kelok dan banyaknya hutan di sepanjang jalan, cukup menyulitkan pengendara roda empat. Bahkan selama perjalanan, kami sempat melihat ada bis penumpang yang terguling di sebuah hutan dan mengakibatkan macet yang cukup lama.

Setibanya di sebuah kota yang banyak bertuliskan alamat “Palabuhan Ratu”, barulah kami tahu bahwa kami sudah tiba di Pelabuhan Ratu. Kondisi disana cukup ramai dibanding beberapa tempat yang kami lalui sepanjang jalan tadi. Suasananya lebih mirip sebuah kota baru, banyak baligo dan spanduk terpasang di mana-mana, menandakan keramaian sebuah lingkungan. Polisi yang berjaga di beberapa belokan jalan, motor dan mobil yang lalu lalang menambah keramaian sekitar Pelabuhan Ratu.

Peta Pelabuhan Ratu

Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Kami melewati Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhan Ratu. Disana kami melihat banyak kapal nelayan bersandar dan juga beberapa kerumunan orang di sebuah tempat, ada timbangan besar, beberapa kotak besar, pemandangan yang cukup untuk disimpulkan disanalah orang berkumpul untuk menawar ikan hasil tangkapan para nelayan. Soal lelangan ikan ini, cukup banyak informasi yang saya tahu dimana bisnis yang sedang saya kembangkan saat ini juga berkaitan dengan ikan laut.

Menyusuri jalan raya di sepanjang laut Pelabuhan Ratu, kami melihat beberapa tempat banyak kendaraan parkir di pesisir pantai, menyediakan tempat peristirahatan menyuguhi pemandangan pantai. Tidak jauh dari TPI, kami terus jalan hingga kurang lebih 5 Km, ada banyak hotel dan penginapan di sepanjang jalan pesisir pantai.

Akhirnya kami berbelok menuruni jalan raya utama mendekati pesisir pantai, dimana banyak saung peristirahatan berdiri. Setelah memarkirkan kendaraan, kami segera menginjakkan kaki di pasir pantai yang menghampar luas. Pemandangannya cukup nyaman. Kami bisa melihat laut hingga ujung horizontal. Terlihat jelas kapal para nelayan yang sedang berlayar, hingga deburan ombak yang cukup besar. Pantai pelabuhan ratu memang terkenal dengan ombaknya yang tinggi karena Pelabuhan Ratu memang laut selatan pulau Jawa yang berhubungan dengan Samudera Indonesia. Berbeda dengan laut sebelah Utara atau Pantura yang diapit oleh Pulau Kalimantan, sehingga lautnya cukup tenang.

Hana dan Istri bermain pasir pantai dan menyambut deburan ombak yang naik ke pesisir dengan senang. Mereka berenang layaknya itu sebuah kolam renang. Namun saya tidak ikut bergabung karena memang tidak ada niat untuk berenang, jadi tidak mempersiapkan pakaian renang. ”Yah…lain waktu saja lah”, jawab saya saat istri meminta saya untuk bergabung bermain air laut.

Saya cuma mengawasi air pantai saja

Ummi dan Hana sambut air laut

Sekitar 3 jam bermain di pantai, kami segera bersihkan badan dari air laut yang membuat kulit terasa lengket. Disana sudah tersedia beberapa kamar mandi umum dengan tarif 2 ribu rupiah untuk MCK. Tersedia juga mushola, sehingga kami langsung menunaikan shalat Ashar.

Setelah rapi lagi, tak lupa kami cicipi jajanan di sekitar sana. Ada jajanan air kelapa dan harum pembakaran ikan laut yang menggoda perut. Akhirnya kami beli Ikan Tuna Bakar dan dua buah kelapa muda. Sambil menunggu pembakaran ikan bakar, saya rebahkan badan sambil menikmati tiupan angin laut yang sepoi-sepoi. Tak dirasa, angin laut membuat mata saya tertutup lelap, tertidur hingga 30 menit lamanya. Saya baru terbangun saat ikan bakar dan hidangan air kelapa muda bercampur es datang.

menikmati laut

Langsung ku santap dengan lelap. Sungguh nikmat…soal harga, jauh berbeda dengan kita makan di restoran sea food di Jakarta. Ikan Tuna bakar berukuran 1 kg dihargai 100 ribu rupiah dan dua buah kelapa muda dihargai 15 ribu rupiah. Sebuah harga yang masuk akal, apalagi dengan pemandangan pantai yang cukup indah.

image

Jam 5 sore kami segera meninggalkan pantai Pelabuhan Ratu untuk segera kembali pulang ke Bekasi. Kami melalui jalan yang sama. Mengingat perjalanan dari Pelabuhan Ratu ke Kota Sukabumi kurang baik karena selain banyaknya hutan yang harus dilewati, jalanan yang gelap, serta kondisi aspal jalan yang kurang mulus, membuat kami harus segera meninggalkan jalanan Pelabuhan Ratu sebelum gelap datang.

Syukur perjalanan kami menuju Kota Sukabumi cukup lancar. Dari Kota Sukabumi, kami menuju Tol Jagorawi harus menempuh sekitar 4 jam karena banyak titik macet sepanjang jalan diakibatkan perbaikan jalan, perbaikan jembatan serta berbarengan dengan jam pulang kerja para pekerja pabrik.

Perjalanan memasuki Tol Jagorawi hingga Cikarang cukup lancar. Hingga akhirnya sekitar jam 11 malam, kami sudah tiba di rumah dengan selamat. Meski badan cukup pegal, namun kami sangat menikmati rekreasi kali ini. Silaturahmi dapat, bermain di pantai pun akhirnya tercapai. Alhamdulilah…