Kamis, 23 Agustus 2012/5 Syawal 1433H, jam 11 siang kami berangkat dari Losari, Cirebon menuju Kawasan Wisata Linggarjati, Kuningan, Cirebon. Hari ini memang masih dalam suasana lebaran, sehingga besar kemungkinan semua tempat wisata akan penuh dikunjungi banyak orang. Dengan berbekal peta GPS, jarak dari Losari menuju Linggarjati sekitar 53 km yang kami tempuh melalui Tol Kanci keluar Pintu Tol Ciperna dengan tarif tol 4500 rupiah. Dari pintu tol Ciperna, kami belok kiri menuju Kuningan. Sekitar 17 km dari Pintu Tol Ciperna, ada pertigaan belok ke kanan yang menuju Linggarjati. Disana kita dibantu dengan petunjuk jalan di sebelah kiri jalan yang menunjukkan arah jalan menuju "Linggarjati". Dari pertigaan jalan raya Kuningan-Cirebon, perjalanan masih harus ditempuh sekitar 7 km sampai akhirnya nanti bertemu dengan pertigaan di sebelah kanan jalan dengan pintu gerbang bertuliskan "Linggarjati Indah".

Disana kita disambut dengan beberapa petugas yang bertugas menghitung jumlah pengunjung dengan kendaraan mobil. Untuk pengunjung dengan kendaraan motor, dengan mudah dapat langsung dihitung petugas dan langsung dikenakan tiket masuk yang harus dibayar. Sementara untuk pengunjung dengan kendaraan mobil, kita harus membuka jendela kendaraan dan petugas akan melihat ke dalam kendaraan untuk menghitung penumpang dewasa dan penumpang anak-anak.

Untuk bagian ini, saya sarankan kita harus sudah menghitung berapa jumlah penumpang orang dewasa dan penumpang anak-anak yang ada didalam kendaraan kita. Karena jika tidak, bisa-bisa kita di "tembak" dengan total tarif tiket yang ditagihkan. Seperti saat itu kami masuk, dengan cepat setelah petugas melihat ke dalam kendaraan kami melalui jendela mobil yang dibuka, mereka langsung menagihkan total tiket yang harus kami bayar sebesar 55 ribu. Padahal saat itu dalam kobil kami ada 6 orang dewasa dan 3 orang anak, termasuk anak kami yang berusia 3 tahun. Sehingga total tiket yang seharusnya dibayar yakni 47 ribu, dengan rincian 6 orang dewasa dikali 5 ribu, 3 orang anak dikali 4 ribu dan tarif masuk mobil 5 ribu.

Setelah kami membayar tiket masuk, tidak jauh dari pintu gerbang tersebut kita sudah menemui beberapa fasilitas hiburan seperti kolam renang lengkap dengan permainan airnya. Ada juga panggung hiburan dengan acara nyanyian langsung dari artis yang saya sendiri tidak tahu siapa. Lagu yang dibawakan cukup menghibur beberapa pengunjung dengan beberapa lagu tarling dangdut ditambah suaranya yang terdengar hingga ke berbagai sudut hutan Linggarjati.

Namun yang sangat saya sayangkan dari Objek Wisata Linggarjati Indah ini adalah kebersihan hutan yang tidak terjaga. Banyak sekali sampah berserakan dimana-mana dengan fasilitas tempat sampah yang tidak saya temukan di sekitar tempat parkir mobil, juga tempat kami menggelar tikar untuk duduk. Selain itu jalan setapak yang dibuat khusus untuk pejalan kaki selama didalam hutan Linggarjati hanya disediakan berbarengan dengan jalan aspal untuk kendaraan bermotor berjalan.

Disana kami hanya menikmati wahana bermain perahu air dengan tarif 15 ribu per 2 orang dewasa dan 1 anak selama 15 menit. Sementara untuk tarif sewa perahu mesin (boat) dengan kapasitas 6 orang dikenakan tarif 30 ribu selama 6 putaran kolam seluas kurang lebih 20 ribu meter persegi. Sementara untuk fasilitas mushola, tempat yang disediakan sangat kecil dengan keran air wudhu yang sedikit sehingga seringkali menyebabkan antrian yang cukup lama jika waktu shalat telah tiba. Akhirnya kami harus shalat di atas tikar yang telah kami bawa sebagai alas tempat duduk. Kami memang harus membawa alas tikar yang cukup luas untuk menampung tempat duduk semua rombongan kami karena memang tidak ada fasilitas tempat duduk umum yang disediakan oleh pihak pengelola.

Kami tidak berselang lama tinggal disana karena hampir semua peserta rombongan sudah mulai jenuh dengan suasana di sana. Hanya angin sepoi-sepoi yang dapat kami nikmati dibanding jajanan yang sangat mahal dijual disana. Bahkan untuk air minum mineral ukuran 1 liter saja dijual 8 ribu, mie dalam gelas seharga 9 ribu, dan gorengan bakwan seharga 5 ribu yang jumlahnya sangat sedikit dibanding bila kita beli diluar sana. Harga jajanan makanan di sana memang cukup mahal. Oleh karena itu, disarankan sebaiknya kita membawa makanan sendiri dari rumah dan alas tikar jika memang kita berencana berkunjung ke Linggarjati Indah.