Bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi hidup kita memang suatu pengalaman yang sangat berkesan. Terlebih jika pertemuan itu tidak sekedar tatap muka, tapi disapa oleh "pujaan" kita tersebut membuat hati berbunga-bunga…

Misalnya saja saat kemarin (8 September 2012) saya mengikuti acara ulang tahun Blogger Bekasi yang ke 3 tahun di Gedung Balai Patriot Perkantoran Walikota Bekasi, saya sangat senang dapat kembali bertemu dengan para blogger yang tulisannya telah mewarnai hari-hari saya, seperti Om Wijaya Kusuma, Daeng Batala, Pak Eko eshape, Pak Rawi Prakom. Bertemu kembali dan menatap langsung para pujaan kita tersebut semakin menambah semangat hidup kita.

Terlebih kejadian saat saya harus berpapasan dan menyapa Pak Jamil Azzaini sebelum beliau mengisi materi di acara ulang tahun Blogger Bekasi tersebut. Pak Jamil Azzaini memang salah satu blogger dan guru inspirasional saya selain blogger-blogger yang lainnya tadi. Untuk Pak Jamil Azzaini, memang selama ini hanya dapat saya lihat dari kejauhan saja, saat di panggung atau di televisi. Untuk ketemu langsung, bersalaman dan sekedar "say hi" memang belum pernah (terbayangkan). Apalagi kejadian ini dialami juga oleh anak dan istri saya saat itu.

Persisnya pengalaman ini terjadi saat anak saya meminta di antar ke kamar mandi saat saya sedang asyik mendengar talkshow antara Om Wijaya Kusuma, Daeng Batala, @justsilly dan Yayasan Wanala. Karena istri juga tidak tahu dimana kamar mandinya, akhirnya saya ikut beranjak dari deretan kursi kami menuju pintu belakang. Saat tiba di kursi deretan paling belakang, saya terkaget senang karena saya ketemu Pak Rawi Prakom, yang duduk di sebelah kanan deretan kursi belakang itu. Karena sudah lama tidak bertemu, akhirnya saya sapa menanyakan kabar beliau selama ini.

Kaget dan serasa mata ini salah lihat, saat saya melihat ke sebelah kiri saya, disamping kursi Pak Rawi Prakom, ada Pak Jamil Azzaini, yang sudah tersenyum melihat saat saya sedang menyapa Pak Rawi Prakom tadi. Reflek dan secara tidak sadar, saya pun menyalami Pak Jamil Azzaini dan beliau pun menyalami anak saya yang berdiri di belakang saya.

"Siapa namanya?" Tanya Pak Jamil kepada anak saya. "Hana" jawab anak saya sembari tersenyum. "Oh, sama dong namanya sama anak Om, Hana juga" jawab Pak Jamil kepada anak saya yang masih berusia 3 tahun 8 bulan ini, dengan ikut membungkukkan badannya agar sama tinggi dengan anak saya. Anak saya pun cium tangan Pak Jamil yang sudah menyodorkan tangannya ke Hana.

Istri saya pun ikut tersenyum dan baru tersadar bahwa yang tadi menyapa kita itu Pak Rawi Prakom dan Pak Jamil Azzaini, yang pernah muncul di acara "Chatting dengan YM", setelah sesampainya kita di luar ruangan menuju kamar mandi.

Senangnya kita, saat dapat bertemu dan berbincang langsung dua mata dengan orang yang selama ini hanya muncul di televisi atau panggung-panggung eksklusive, yang tidak mungkin kita menyapanya.
Terus, bagaimana ya senangnya kita saat nanti akan bertemu Muhammad, idola kita sepanjang hayat, yang hanya satu-satunya manusia yang dapat menolong kita di hari penghisaban esok? Yang kita sendiri tidak pernah melihat beliau, yang selama ini kita hanya mentaati semua contoh kehidupannya.

#JamilAzzaini #BloggerBekasi #BeBlog3th