———- Forwarded message ———-
From: “Zainal Abidin” <oriza@pacific.net.id>
Date: Sep 29, 2011 8:22 PM
Subject: Undangan Sekolah Monyet
To: <hendra.permana@gmail.com>

Yth : mas Hendra

Salam sejahtera,

Terima kasih atas kesediaannya menunggu datangnya surat undangan dari saya.  Inilah saatnya saya memberikan tantangan kepada para siswa sekolahmonyet.com.  Sebagai awal pemberitahuan, saya umumkan bahwa kita
akan memulai sekolah pada hari Senin tanggal 10 Oktober 2011.  Kita akan
memulainya dalam perjalanan di atas kereta api.

Untuk kepentingan perjalanan, saya mengharapkan setiap siswa menyetorkan dana sejumlah Rp. 300.000 ke rekening saya.  Nomornya akan saya
beritahukan kemudian, jika anda mengirimkan SMS persetujuan ke nomor hape saya, 081 7xxx xxxx.  Dana itu bukan untuk saya pribadi.  Itu sepenuhnya
untuk biaya perjalanan dan konsumsi anda pribadi.  Bahkan untuk biaya perjalanan saya pun, saya gunakan dana pribadi saya.

Saya berharap tanggapan positif dari anda.  Setoran terakhir harus saya terima sebelum tanggal  7 Oktober 2011.  Dan tanggal 10 Oktober 2011, kita
berkumpul di Stasiun Gambir jam 06.00 pagi.  Tiket perjalanan akan saya siapkan sendiri.

Oke, saudara/saudari.  Sampai jumpa.

Salam,
==========================================

Semua berawal dari sini, dari email undangan Bang Zainal Abidin Phd atau lebih dikenal Bang Jay. Jumat pagi, keesokan harinya saya mendapati email ini saat saya buka dari jaringan internet kantor, tempat saya bekerja di kawasan Kota Tua.

Saya mendapat email undangan Sekolah Monyet ini karena mendaftar di website http://www.sekolahmonyet.com. Saya mendengar banyak testimoni dan ketertarikan beberapa pesohor bisnis di FB dan Twitter tentang sekolah bisnis yang di komandani MotivActor Bisnis Indonesia ini, yang karenanya saya tertarik untuk mengikuti program ini.

Sekolah yang terilhami dari cara melatih monyet sehingga monyet memiliki keahlian dalam mencari uang untuk majikannya, maka saya ingin mencoba keberhasilan sekolah ini. Saya sudah banyak mengikuti pelatihan dan seminar bisnis, dan saya pikir saat itu semoga dengan program yang lebih intensif lewat sekolahan, semoga saja hasilnya lebih efektif dan saya bisa memiliki bisnis. Itulah yang ada di pikiran saya saat itu dan akhirnya saya pun mendapat email undangan kelas perdana sekolah monyet.

Namun saya yang saat itu dalam posisi masih bekerja, sedikit ragu dan khawatir apakah bisa mengikuti keseluruhan program ini atau tidak karena salah satu syarat sekolah monyet ini adalah “bersedia mengikuti keseluruhan program atau gagal”. Keraguan saya apakah saya diijinkan cuti selama 3 bulan program sekolah monyet dilakukan? Mengingat saat itu, posisi kerja saya di salah satu perusahaan pelayaran nasional sebagai karyawan outsourcing yang memiliki beban pekerjaan cukup tinggi setiap harinya. Selain itu bila pun tempat saya bekerja mengijinkan, apakah istri dan keluarga saya mengijinkan saya cuti 3 bulan?

Oleh karena itu, saya pun tidak terlalu bersemangat dan sudah patah arang saat menerima email undangan sekolah monyet ini. Bahkan saat saya menerima email ini pun, saya tidak langsung memberitahukan atasan saya untuk ijin cuti, karena saya yakin tidak akan dijinkan cuti 3 bulan. Dan saya pun sekedar menceritakan ke istri saya di rumah soal adanya program pelatihan bisnis ini. Namun, saat itu istri saya pun tidak terlalu antusias mendengar keinginan saya ini, karena sudah jenuh mendengar keinginan saya berbisnis, yang tidak kunjung berhasil. Daripada berbisnis pun nanti gagal lagi dan saya pun dikeluarkan dari tempat kerja saya, akhirnya istri saya pun tidak mengijinkan saya mengikuti sekolah monyet ini.

Saya pun semakin galau dan putus asa untuk kembali bisa belajar bisnis dengan lebih baik. Hingga akhirnya saya pun tidak memenuhi semua syarat yang ditetapkan “sang kepala sekolah” Bang Jay, untuk hadir di kelas perdana, termasuk membayar sejumlah uang untuk akomodasi selama mengikuti pelatihan. Ya, saya memang sudah tidak ada semangat lagi untuk mengikuti pelatihan bisnis saat itu.

Maka, semenjak itu hari-hari saya diisi dengan ke galauan tingkat tinggi, bingung antara memilih “nekat” mengikuti program ini atau kembali melupakan impian saya berbisnis. Hingga akhirnya telepon itu datang di Minggu Siang, 9 Oktober…

#sekolah #monyet #SMI #Jay #Terrorist