Ada sedikit rasa optimis bahwa saya pun bisa mendapatkan uang untuk kembali ke Jakarta. Setidaknya saya dapat melakukan seperti yang Tamara dan Atit lakukan dengan berjualan kaos di depan Benteng Vredeburg tadi. Karena juga rasa malu, masa laki-laki kalah sama perempuan…. *-*

Akhirnya modal kedua yang Bang Jay berikan kepada saya telah saya gunakan lagi. Saya buka salah satu botol air minum mineral yang diberikan Bang Jay untuk modal kami kembali ke Jakarta. Setelah seharian saya belum minum setelah buka puasa tadi. Sementara uang 10 ribu di saku pun tidak berani saya gunakan. Yup..saya tidak sedang berwisata dan bukan saatnya untuk membeli makanan yang kita mau, karena bisa jadi ini uang terakhir yang akan sangat berharga untuk saya gunakan selama di Yogya.

Mas Asto dan Pak Iwan yang memperhatikan saya membuka botol air minum modal dari Bang Jay hanya tersenyum. "Modal ke dua sudah terpakai nih Mas" ujar saya pada kedua bapak-bapak tersebut. Kami pun terus berjalan menyusuri trotoar jalanan yang saya pun tak tahu ujungnya dimana. Saya hanya mengikuti rencana kedua bapak-bapak ini.

"Kita mau kemana nih Pak?" Tanya saya pada Mas Asto. "Kita mau cari kantor DPD PKS Yogyakarta. Disana nanti kita bisa cari informasi atau pekerjaan yang bisa menghasilkan uang untuk ongkos kita pulang. Setidaknya kita bisa meminjam telepon, atau sekedar istirahat dan mandi" jawab Mas Asto. Oh, itu sebabnya mungkin saya di panggil "Akh". Mungkin saya ada wajah partisipan PKS, yang dominan dengan laki-laki berjenggot..hehe….Saya tidak tahu apakah bisa mendapat bantuan di sana. Tapi saya banyak tahu soal kondisi orang-orang PKS yang seringkali ramah dan senang membantu. Ya..meski tergantung juga pada masing-masing orangnya. Tapi saya cukup nyaman jika berada di sekitar orang-orang PKS.

Kami terus berjalan. Entah kemana, karena saya sendiri tidak mendengar petunjuk arah dari bapak-bapak petugas saat tadi masih di Benteng Vredeburg. Saya hanya mengikuti jejak langkah kedua bapak-bapak ini. Sesekali saya perhatikan nama jalan yang terpampang di tiang. Ada jalan Taman Siswa, Gunung Ketur. Yang lainnya saya tidak jelas terlihat. Saat itu waktu sudah larut malam sekali. Entah jam berapa, karena tidak satu pun dari kami membawa jam tangan. Bukan tidak ada, tapi karena sudah ikut dikumpulkan oleh Bang Jay, khawatir nanti dijual untuk uang pulang ke Jakarta.

Saat itu jalanan sudah sangat sepi kendaraan. Hanya ada beberapa kendaraan yang lewat, itu pun taksi berbentuk mobil mirip Xenia berwarna hitam, dengan polet warna kuning kotak-kotak. Kami susuri juga jalanan kecil yang sepi sambil berharap bertemu orang yang bisa kami tanyai lokasi DPD PKS. Terkadang kami pun harus memutar balik kembali ke jalan besar tadi karena salah arah.

Jalanan semakin sepi hingga kami bisa menyebrang jalan tanpa perlu khawatir lalu lalang kendaraan. Ada juga beberapa anak muda yang sedang bermain skateboard di depan sebuah perkantoran yang jalanannya lebar. Nampaknya kami tersesat dan hanya bolak balik saja dari tadi. Hingga akhirnya kami menemukan sebuah masjid besar. Kami tak tahu namanya apa. Namun ada tulisan besar bersorotkan lampu dengan tulisan "Kantor Walikota Yogyakarta". Ada pintu masuk kecil yang tidak terkunci. Kami pun masuk dan mendekati tangga masjid tersebut. Hanya lampu samar yang menerangi lorong-lorong masjid yang besar ini. Sepi, hanya ada sepasang sendal yang sudah parkir di tempat penitipan sepatu. Mungkin milik seorang penjaga masjid, pikir saya.

Selepas bersih-bersih badan di kamar mandi masjid yang gelap tanpa lampu dan berwudhu, kami beranjak naik ke atas lantai dua melalui tangga depan masjid besar itu. Tidak ada pintu yang di kunci. Juga lampu masjid masih menyala redup. Cukup membuat nyaman kami untuk shalat Isya dan istirahat. Jam menunjukkan sekitar jam 9.45 malam. Kami merebahkan badan seusai shalat isya berjamaah. Langit atap masjid yang tinggi dan lampu yang redup telah membawa angan-angan saya melambung tinggi.

Sebelum kami memutuskan beristirahat, kami pun larut dalam percakapan santai. Saling menanyakan rencana masing-masing, apa yang akan dilakukan esok hari. Kami semua sangat kelelahan dan baru kali ini saya tahu dari peta, bahwa ternyata kita sudah berjalan hingga Jalan Ipda Tut Harsono sejauh 3,2 km dari Benteng Vredeburg. Atau sekitar 5 km jika dari Stasiun Tugu, Benteng Fort Vredeburg dan Kantor Walikota Yogyakarta.

#Walikota Yogya #Vredeburg