Berbagai macam tawaran cara pembayaran kerap ditawarkan para pelanggan kita untuk memudahkan transaksi mereka. Bila kita sebagai penjual tidak teliti menelisik tawaran pembayaran dari mereka, besar resiko kita kena hipnotis dan tertipulah transaksi bisnis kita. Karena kita tidak pernah tahu niat dibalik cara bayar yang ditawarkan pembeli kita tersebut, apakah serius untuk membeli atau berniat jahat.

Dari cara pembayaran tradisional hingga menggunakan cara elektronik dan media internet saat ini telah tersedia. Berikut cara-cara pembayaran yang kerap ditawarkan berbagai pembeli yang mungkin kita temui, berikut kekurangan dan resiko yang akan kita hadapi dari setiap cara pembayaran tersebut :

1. COD (cash on delivery) : tapi terbatas untuk nominal transaksi yg kecil, semisal di bawah 5 juta msh terima COD. Kalau untuk transaksi di atas 5 juta, harus transfer.
Kekurangan cara bayar ini : terlalu riskan untuk transaksi besar.

2. TOD (transfer on delivery) : pembayaran di transfer saat barang diterima, cara ini sekilas "tepat" untuk transaksi nominal besar. Tidak mungkin kita di serahi uang banyak (belasan juta), sangat riskan.

Kekurangan cara bayar ini : pada saat barang dikirim dan sudah diterima pembeli kita, si pembeli berpeluang membuat alasan "ATM/ebanking rusak, jadi belum bisa transfer" ujung2nya malah susah nagih, karena barang sdh diserahkan. Meski tidak semua pembeli, tapi biasanya cara bayar ini digunakan para penipu untuk mengambil dagangan kita.

3. Cheque (cek) : sebaiknya di cairkan & di transfer sebelum pengiriman barang.
Kekurangan cara bayar ini : Bila cek kita terima saat serah terima barang, cek berpotensi palsu/kosong. Cara ini juga beresiko besar untuk rugi, dan kerap digunakan penipu perdagangan bila cek baru kita terima setelah serah terima barang.

4. DP (bayar di muka), sisa pembayaran saat serah terima barang. porsi pembagian pembayaran bisa 50:50 atau 70:30. Cara prmbayaran ini sangat aman dan meminimalisir kerugian dan penipuan.

5. Perantara pembayaran, seperti inapay.com atau rekening bersama kaskus. Cara pembayaran ini meniru cara pembayaran dalam ekspor impor menggunakan Bank pembuka LC (Letter of Credit). Cara seperti ini juga aman dari penipuan, dengan syarat kita menggunakan jasa perantara pembayaran yang terpercaya bagi kedua pihak.

Kekurangan cara pembayaran ini : ada biaya jasa (fee) perantara yang nilainya harus kita sepakati terlebih dahulu, serta ada peraturan (term condition) yang harus kita pahami dari perantara tersebut.

6. Gesek di Mesin EDC mobile. Dengan menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) yang bisa digunakan kemana-mana, karena menggunakan sambungan internet dengan kartu GSM (kartu handphone), maka pembeli bisa langsung membayar dengan kartu ATM atau kartu Kredit mereka. Berapapun nilai transaksinya.

Kekurangan cara bayar ini : penjual harus menyediakan mesin EDC dengan cara mengajukan ke bank. Biasanya ada biaya administrasi untuk setiap transaksi atau biaya bulanan untuk setiap mesin EDC, tergantung kebijakan masing-masing bank penerbit mesin EDC.

Jadi untuk transaksi yang besar, bila memungkinkan dengan cara DP/separuh pembayaran dimuka, jika tidak gunakan jasa perantara pembayaran seperti inapay.com. jika masih tidak bisa juga, bawa mesin EDC untuk COD di tempat.

Tapi jika pembeli kita meminta cara bayar dengan cek (cheque) atau transfer di tempat (TOD), sebaiknya kita tolak, terutama kepada pembeli baru. Karena ada kemungkinan itu kasus penipuan atau tagihan pembayaran kita akan bermasalah.

So, pelajari setiap cara pembayaran yang diajukan pembeli kita dan tetap waspada pada peluang resiko yang mungkin terjadi. Jadi, apa lagi yang harus kita takutkan untuk berdagang?

#business #transaksi #transaction