Untuk pertumbuhan manusia, diperlukan cukup zat pembangun dalam makanan. Sumber zat Pembangun yang utama adalah protein, air dan mineral. Semakin baik mutu bahan makanan sumber zat pembangun yang dimakan seseorang, akan semakin kuat tubuhnya.

Salah satu fungsi daripada zat pembangun dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk menggantikan jaringan yang hilang, seperti : kuku, rambut, kulit yang selalu aus dan sel darah yang hilang karena luka.

Bahan makanan sumber zat pembangun, diantaranya : tempe, tahu, oncom, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, susu, telur, daging dan termasuk juga golongan ikan, seperti : ikan teri, ikan asin, udang, ikan air tawar atau ikan air laut.

Bermanfaat atau tidaknya berbagai zat gizi yang terkandung dalam ikan yang kita konsumsi, ternyata sangat tergantung pada beberapa hal, yaitu :
-cara pemilihan
-proses pengolahan
-kesegaran ikan

Ikan asin yang dijual dipasaran pada umumnya telah mengalami pencampuran zat adiktif dan zat pengawet yang tidak aman bagi kesehatan (food grade). Perlu ketelitian yang cermat dalam memilih ikan asin, salah satu caranya bisa dilihat di sini.

Tidak pernah mengkonsumsi ikan asin pun bukan pilihan hidup yang bijak, karena bagaimanapun ikan asin, terutama ikan asin jambal, berasal dari ikan laut yang sangat kaya gizi. Namun konsumsi ikan asin yang berlebihan akan membawa penyakit. Seperti nasihat “hindarilah sesuatu yang berlebihan”.

Oleh karena itu, saya ingin tahu berapa kalikah Sahabat pembaca mengkonsumsi ikan asin setiap minggunya?