Meski telat 20 menit dari janji ketemuan dengan Pak William Wongso di kantornya siang ini karena salah jalan, namun berkat kuasa Tuhan Yang Maha Esa, nampaknya itu waktu yang tepat. Pasalnya saat saya tiba di sana, beberapa mobil sudah keluar dari parkiran kantor William Wongso Series di daerah Blok M tersebut. Nampaknya rapat beliau sudah selesai.

Setelah saya dapat konfirmasi dari Sekretarisnya Pak William, bahwa Pak William Songso sedang santai, maka saya beserta istri segera masuk ke kantor beliau. Dan tak disangka, ternyata di ruang kantor beliau yang luas dan penuh dengan alat memasak itu, masih ada dua relasi beliau. Ibu Santhi Serad (www.santhiserad.com) dan satu perempuan lagi (saya tak ingat namanya).

Dengan sangat welcome, Pak William Wongso menyambut kehadiran kami dengan menghampiri kami, mengajak salaman dan mempersilahkan duduk. 2 orang relasi beliau dan Sekretarisnya pun ikut menghampiri dan menyalami kami. Terasa seperti tamu besar saja…. ^-^

Akhirnya ikan Jambal Pancing yang sudah dikemas dengan sangat rapi dan berat itu, saya serahkan kepada Pak William sebagai hadiah “langka” dari kami, juga sebagai ungkapan terima kasih kami selama ini kepada beliau yang sudah memberi banyak pengetahuan & mempopulerkan Ikan Jambal Pancing ini.

“Wah, kebetulan sekali ya Pak William nya sedang senggang” ujar Sekretaris beliau. Memang betul sekali, di balik kepadatan aktivitas beliau, bahkan tanggal 7 Januari besok, beliau akan pergi ke Denpasar, setelah tanggal 3 Januari kemarin baru tiba dari Yogyakarta, kesempatan kali ini memang sangat istimewa. Yang pasti, pertemuan ini tidak akan terjadi tanpa campur tangan Tuhan Yang Maha Esa, pikir saya.

Lebih dari 5 kali kami berfoto, dari beberapa kamera milik Pak William Wongso dan 2 orang relasi beliau yang memang belum pulang meski rapat telah selesai sebelum kami datang. Bahkan Pak William tanpa ragu, mengajak saya foto bersama sambil memegang Ikan Jambal Pancing tersebut. Namun sayang sekali, karena gugupnya, saya dan istri lupa foto menggunakan kamera kami sendiri. [image :(]

Sambil duduk santai dalam pembicaraan penuh kehangatan itu, kami pun di suguhi beberapa makanan baru bagi kami. Ada keju dari Belanda yang sudah berumur 3 tahun. Warnanya orange, mirip seperti Jeruk Santang yang dijual di pasaran. Rasanya memang tidak seperti keju-keju yang kita jumpai di pasaran. Bahkan anak saya, Hana, ketagihan sampai beberapa kali Pak William memotongkan keju Belanda itu untuk Hana. This is the real Cheese!

 

https://path.com/p/2cL0Y2
Photo Credit by Santhi Serad

Ada juga kue mirip tart, dengan tampilan mirip motif batik, rasanya enak. Sekilas terlihat seperti Brownies Motif Batik. Lezat sekali. Bu Santhi Serad menceritakan bahwa kue itu dibuat dari Buah Tin. Dan Pak William pun menceritakan bagaimana getah Buah Tin ini digunakan juga dalam pembuatan Keju di Belanda. Saya bukan ahli kuliner, yang memiliki lidah sensitif soal rasa seperti Pak William Wongso atau Pak Bondan, yang pasti kue ini lezat.

Pertemuan selama 1,5 jam itu pun diisi dengan demo membuat cemilan dari Pak William kepada kami. Beliau menunjukkan cara membuat cemilan seperti lumpia, yang diisi dengan goreng apel hijau, kismis, mentega, minyak zaitun dan gula. Saya tidak sempat menuliskan resep resepnya, yang pasti saya dan istri terkesima dengan pertunjukan masak Pak William. Beliau pun mempersilahkan kami mencicipi hasil masakan beliau. Kami belum pernah merasakan rasanya apel hijau yang digoreng dengan minyak zaitun, mentega dan gula, dicampur kismis, tapi hasilnya Maknyus! Pak Bondan bilang.

Numpang narsis ah bareng Pak William Wongso

Akhirnya kami pun pulang jam 4 sore karena perjalanan pulang masih jauh. Tak lupa Pak William pun memberikan hadiah untuk anak kami, setoples kue organik yang sehat. Seperti sebelumnya pun saya pernah di berikan hadiah Rendang Padang William Wongso Series saat pertama kali bertemu beliau setahun yang lalu. Penuh syukur dan bahagian kami rasakan dalam perjalanan pulang. Banyak sekali cerita dan ilmu yang kami dapatkan dari beliau.

Sebelum kami pulang, beliau sengaja menggantung Ikan Asin Jambal Pancing dari kami tersebut di pintu salah satu ruangan beliau. “Biar yang lain bisa lihat” kata beliau. Karena kabarnya beliau masih ada meeting di kantor beliau ini, sehingga bisa dilihat oleh relasi beliau lainnya.

ImageKomentar salah satu relasi Pak William Wongso

Salah satu pesan beliau untuk usaha kami, “Pertahankan kualitas produk, tidak usah risau dengan harga”. Bahkan untuk 1 Kg daging ikan seharga 700 ribu pun masih ada yang beli, pesan beliau. Produk premium pun punya konsumennya sendiri.