http://finance.detik.com/read/2014/01/22/165458/2475093/4/gara-gara-banjir-3000-lubang-menganga-di-jalan-pantura

Lubang menganga bukan hanya "milik" Pantura. 3000 lubang masih lebih baik.

Coba perhatikan lubang yang ada di sepanjang jalur Cirebon-Sumedang-Bandung. Selain lubang kecil, banyak terdapat lubang yang sangat besar yang kadang di tengah jalan atau sisi jalan. Lubang besar yang lebih cocok disebut kolam ikan.

Pengalihan jalur dari Pantura kemarin akibat banjir di sepanjang jalur Pantura Jakarta arah Indramayu, berakibat jalur Bandung-Sumedang-Cirebon lebih diminati oleh kendaraan besar yang terbiasa lewat jalur Pantura Subang Indramayu. Akibatnya terjadi penambahan volume kendaraan lebih dari 2 kali lipat dibanding hari biasa, sehingga kemacetan terjadi. Ditambah jalanan yang sangat berlubang.

Saya mengalami sendiri. Tanggal 19 Januari kemarin, saya berangkat dari Cirebon jam 5 sore dan baru tiba di Sumedang jam 12 malam. Ada kemacetan akibat truk mogok di tanjakan Nyalindung dan akibat jalan rusak parah sehingga hanya bisa dilewati satu jalur saja. Dengan kondisi jalan relatif baik dan volume kendaraan normal saja, biasanya jarak Cirebon-Sumedang saya tempuh dalam waktu 2 jam saja dengan kecepatan rata-rata 60km/jam.

Tanggal 20 Januari kemarin, saya lanjut perjalanan dari Sumedang arah Bandung. Berangkat dari Sumedang jam 4 sore, tiba di Pintu Tol Cileunyi jam 8 malam. Saat itu pintu tol Cileunyi sudah dipenuhi antrian kendaraan dari arah Sumedang. Kondisinya sama, jalan rusak dan banyak kendaraan truk berat yang melaju pelan di tanjakan.

Pengalihan jalur Pantura akibat banjir kemarin ternyata tidak berlangsung mulus karena tidak ada kesiapan infrastruktur dan petugas lalu lintas yang bertugas. Jalur Provinsi Bandung-Sumedang-Cirebon punya masalah kondisi jalan yang tidak lebih baik dari Jalur Pantura.