Yang Kecil Yang Konsisten

Leave a comment

Diantara kelemahan kita dalam membangun kebiasaan yang produktif yakni senantiasa menginginkan hasil yang langsung terbukti, langsung berhasil, sementara kita mengabaikan prosesnya. Ini biasanya muncul karena rasa : kurang sabar.

Kebiasaan yang baik tidak mungkin berhasil menyerap dalam kehidupan kita jika tidak kita biasakan untuk melakukannya dalam porsi yang kecil-kecil. Kemampuan kita juga untuk dapat menghilangkan rasa terburu-buru untuk mendapatkan hasilnya segera. Bahasa kerennya : Ambisius!

Dari tulisan Mas Yodhi "7 Kesalahan Fatal Dalam Membangun Habit Dan Perilaku Yang Produktif" (http://strategimanajemen.net/2012/10/29/7-kesalahan-fatal-dalam-membangun-habit-dan-perilaku-yang-produktif/) bahwa salah satu error yang seringkali menghambat impian-impian saya adalah sulit untuk memulai dari hal yang kecil.

Saat tujuan yang konkrit sudah dibuat, kondisi sudah di reka untuk mendukung tujuan, namun masih saja kita mengabaikan proses yang harus kita mulai itu. Memulai! Itu hal yang paling sulit kita lakukan.

Dan memang, nampaknya semua impian yang dimiliki orang-orang hebat di dunia ini juga seringkali dimulai dari hal yang kecil. Dalam membangun peradaban Islam yang kokoh, Muhammad Salallahu ‘alaihiwasallam memulai dari istrinya, Khadijah. Merambah ke sahabat dan keluarganya, penduduk Mekkah hingga akhirnya seluruh dunia.

Mulai dari hal yang kecil, mulai saat ini, dan konsistenlah maka perubahan itu akan terwujud (atas kehendak Yang Maha Menciptakan, tentunya…) Ayoo bergerak….!!!!

Semua uang (kertas) menuju titik “Nol” alias tidak berharga

Leave a comment

Semua uang (kertas) menuju titik “Nol” alias tidak berharga

1940-50, Semua mata uang dunia -> hedging -> ke USD ->hedging ke LM (1 ons LM = USD35)

2013, 1 ons LM = USD 1680

Anda paham tentang Uang (cerdas 1)

Asah terus “Selling Skill”

Knp harus bisnis? 1. Inflasi 2. Mutasi Rekening 3. Pajak

Anda paham tentang Bisnis (cerdas 2)

Jangan dulu bikin bisnis ke 2, tp invest di properti, LM, reksadana

Income Pentagon : Emas, Property, Keuangan, Bisnis, Waralaba, Sedekah

Sent from Catch Notes for Android
https://catch.com

Pengusaha sukses dlm perspektif islam

Leave a comment

1. Optimis
A. Sukses ada dmn2 (ath thalaq 2-3)
B. Rejeki Allah tidak pernah habis
“Tangan Allah senantiasa penuh, tiada pernah berkurang krn terus memberi. Allah Maha Pemberi sepanjang malam dan siang. Pikirkan karunia Allah sejak Ia menciptakan langit dan bumi, semua itu sedikitpun tidak mengurangi rizki yang ada dalam genggaman-Nya (Muttafaqun’alaih)
C. Rizki menertai denyut nadi
Tidak akan mati hingga telah mengenyam seluruh rezki. Tempuhlah jalan rizki halal, tinggalkan yg haram. (Ibnu Majah)
D. Jangan ratapi masa lalu (al hadid 22-23)
Jangan buat cita2 masa lalu…”andai aku berbuat demikian, pasti kejadiannya akan demikian”

3. Pahami karakter dunia
“Dunia itu manis nan indah”. (Muslim)
Aplikasinya juallah :
1. Layanan/Kenyamanan
2. Keindahan (penampilan)

4. Sertakan orang lain dalam kesuksesan
Allah Azza wa Jalla berfirman “Berinfaklah niscaya aku terus melimpahkan rizki ku kepadamu” (Muttafaqun’alaih)

5. Meniti sukses setapak demi setapak
Hujan turun setetes demi setetes
Allah turunkan rejeki sesuai ukuran, agar kita tak melampaui batas (Asy Syura 27)

Sumber disadur dari ceramah ust. Arifin Badri

Saatnya memegang uang yang benar

Leave a comment

Bekasi, Ahad, 12 Mei 2013

Semakin nampak kemunculan koin Dinar dan Dirham (DnD) menguasai perdagangan di sekitar kita. Bahkan yang saya ketahui, ternyata penggunaan koin logam mulia ini sudah marak di beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan lainnya.

Dahsyatnya lagi, koin emas dan perak ini sudah digunakan di lingkungan kesultanan di beberapa pulau Indonesia. Seperti yang kita ketahui dulu saat mata pelajaran sejarah di sekolah, ada beberapa kesultanan yang pernah merajai beberapa wilayah Indonesia, seperti Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Mataram. Kabarnya kesultanan di Indonesia telah menerbitkan koin logam DnD ini sesuai wilayah mereka. Mereview sejenak, saya pernah melihat tayangan wawancara tentang keberadaan saat ini dari kelompok kesultanan Indonesia di salah satu stasiun tv. Jadi para pewaris kesultanan di Indonesia ini masih ada dan diakui oleh masyarakat mereka.

Kembali soal DnD, yang membuat saya kaget, ternyata acara Hari Kemenangan Dinar Dirham (HKDD) yang digelar oleh komunitas Jawara (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar Dirham Nusantara) ini juga dihadiri oleh komunitas Jawara dari Medan bahkan Singapura dan Perancis.

Acara HKDD ini semakin membuka mata saya bahwa kehadiran DnD yang diyakini sebagai mata uang (currency) yang sebenarnya, ternyata telah lebih dulu digencarkan dan di adopsi di luar Indonesia sana. Info yang saya dapat, kita bisa lihat di website www.tumasiktradenetwork.org

Marilah bersama kita buka mata hati dan pikiran tentang keberadaan uang kertas kita selama ini? Apakah kita telah memegang uang yang benar? Saya lebih baik melihat koin dirham saya terbakar daripada uang kertas 100 ribu saya terbakar. Koin perak dirham tentu tidak akan mudah terbakar dan masih laku di belanjakan.

Kemajuan yang dahsyat tentang mata uang telah terjadi di luar Indonesia sana, yang mana mereka telah lebih dulu meninggalkan uang kertas dan kembali ke uang logam emas dan perak. Akankah kita (Indonesia) kembali tertinggal dari negara sebelah?

Pernah coba membeli barang kesukaan kita dengan koin perak Dirham yang berharga? Atau membeli handphone dengan koin emas Dinar? Tentu semua orang pasti senang memegang emas….cobalah! Saya sudah mencobanya diacara HKDD hari ini ^-^

Hendra Permana
pasarterasi.web.id | Tukar 0,5 Dirham Anda dengan 1 Kg terasi Organik di sini!

Membayar Pajak Tahunan STNK Mobil

Leave a comment

Cikarang, 25 Maret 2013

Untuk pertama kalinya saya masuk ke kantor SAMSAT Kabupaten Bekasi, terasa seperti masuk ke kandang macan…entah kenapa ada perasaan seperti itu, tidak seperti masuk ke Kantor SAMSAT Kabupaten Cirebon yang saya bisa masuk dengan perasaan tenang tanpa beban…

Begitu masuk pintu gerbang sudah disesaki dengan kendaraan roda empat yang banyak terparkir. Memang lahan parkir kantor SAMSAT ini tidak seluas SAMSAT Cirebon.

Saat turun dari mobil yang terparkir di depan pintu masuk, saya tidak menemukan petunjuk yang jelas tentang cara pembayaran pajak tahunan STNK. Dan setelah saya lihat sisi kanan bangunan yang dipenuhi meja dan kursi, ternyata disana ada baligo besar tertuliskan informasi tata cara pembayaran pajak tahunan STNK. Pemasangan papan informasi yang tidak strategis….

Jadi, pertama kali saya harus mengisi formulir pendaftaran…formulir ini bisa kita dapatkan di loket "PENDAFTARAN"…gratis!! (Setidaknya saya mendapatkan formulir ini gratis, karena saya melihat ada juga beberapa orang yang menyerahkan berkas pembayaran pajak STNK yang di kumpulkan di petugas tersebut, dengan menyerahkan uang yang sepertinya cukup untuk membayar pajak STNK)

Setelah formulir pendaftaran saya isi, saya kembali ke loket pendaftaran tersebut, menyerahkan semua berkas pendaftaran (2 lbr FC KTP, KTP ASLI, 2 lbr FC STNK, STNK ASLI, dan surat keterangan Leasing Mobil), dan semua berkas itu di staples petugas loket pendaftaran.

Setelah itu, saya di suruh masuk ke dalam ruangan gedung. Disana ada beberapa loket seperti LOKET PENDAFTARAN (Pengesahan STNK & Perpanjangan STNK), Pendaftaran Kendaraan Baru, Pendaftaran Eks Luar Daerah, 4 Loket Kasir dengan 2 Loket yang buka dan 2 loket tutup, dan Loket lainnya. Ada juga Arena Bermain Anak dan Lemari Minuman GRATIS.

Saya memasuki Loket Pendaftaran Pengesahan STNK. Disana oleh petugas perempuan, saya menyerahkan berkas STNK saya dan dimintai UANG 25 Ribu. Dengan dalih untuk biaya Administrasi, setelah saya bayar 25 Ribu, saya hanya mendapat nomor Antrian (yang salah tulis juga) dan diminta untuk menunggu panggilan dari Loket Kasir. Uang 25 Ribu masuk loket tanpa saya terima struk pembayaran atau bukti bayar apapun.

Setelah hampir 1 jam menunggu (padahal di loket nya tertulis "Max. 30 Menit") akhirnya saya dipanggil di Loket Kasir dan diminta untuk membayar pajak sejumlah Rp. 1.718.000,- dan diberikan struk pembayarannya.

Dari loket pembayaran tersebut (yang ada di dalam ruangan utama) saya di minta mengambil STNK yang baru berikut berkas-berkas asli saya (KTP & STNK) di Loket Penyerahan STNK yang loketnya berada di luar gedung, tepatnya di sebelah kiri gedung utama.

Nampaknya spanduk SAMSAT Kabupaten Bekasi "mewujudkan zero complain" masih sulit terealisasi jika masih banyak informasi yang tidak tersampaikan dengan jelas & lengkap.

Kualitas itu penting!

Leave a comment

Dari dua kali pertemuan yang cukup lama dengan Pak William Wongso di kantornya, beberapa kali beliau menyinggung pentingnya mempertahankan kualitas dari suatu produk, utamanya makanan sebagai spesialisasi beliau sebagai seorang ahli makanan (culinary experts).

Dalam suasana obrolan santai, beliau pun menunjukkan beberapa makanan yang berkualitas. Ada sebuah keju yang sudah berusia 3 tahun, dibawa dari Belanda. Beliau bilang inilah keju yang sebenarnya. Berwarna orange, mirip jeruk santang yang dijual dipasaran, dilapisi kulit keju yang tidak bisa dimakan karena memang keras ini memiliki rasa yang sedikit berbeda dengan keju yang biasa kita beli di toko dekat rumah. Keju ini sangat berbeda dari warna keju yang biasa dimakan oleh Tikus di film-film luar negeri. Keju ini sangat enak hingga beberapa kali anak saya minta di potongkan kecil oleh Pak William Wongso.

Beliau juga mempersilahkan saya mencicipi kue dari buah Tin. Tekstur kue dengan motif mirip batik ini seperti selai buah yang dipadatkan, berwarna coklat dan agak lengket di tangan. Beliau menceritakan bahwa getah buah Tin ini digunakan juga sebagai bahan pemisah pada susu untuk pembuatan keju di Belanda. Prosesnya memang agak rumit, namun memiliki hasil produk yang sangat lezat dan berkualitas.

"saya ingin Anda memiliki spesialisasi" pesan Pak William Wongso pada dagangan ikan Jambal Pancing saya (http://www.pasarterasi.web.id/_item?item_id=020001). "Karena saya sudah sering pesan ikan seperti ini tapi memang sulit dicari di pasaran. Dan tidak banyak orang yang tahu soal ini. Bagi orang yang sudah pernah mencicipinya, tidak akan lagi memikirkan harganya, karena memang kualitas daging ini sangat bagus" sambung Pak William Wongso sambil sesekali beliau menghisap Cerutu nya.

Beliau pun menghidangkan daging Jambal Pancing yang sudah berusia cukup lama yang beliau rendam dalam minyak ramuan khusus. Setelah saya cicipi ternyata dagingnya masih lezat dan sangat berbeda dari daging Jambal Roti yang bisa kita beli di restoran-restoran besar di Jakarta. Saya pun akhirnya menemukan cara mengawetkan yang lebih sehat & baik, meski biayanya sangat besar.

Beliau memberi banyak contoh makanan kelas premium yang dijual dengan harga sangat tinggi. Semisal ada daging babi (Ham) yang diolah dengan cara tertentu selama 5 tahun dan dijual dengan harga sekitar 2 juta per kilo. Atau sekilogram daging ikan dari lautan Skandinavia yang dijual dengan harga 700 ribuan. Bahkan ada ikan asin yang bisa dijual seharga 200 ribu per kilo. Wow!!! Mengingatkan saya pada metode pengolahan Anggur yang dibuat menjadi Wine (Miras) di daratan Eropa sana. Semakin lama, semakin teliti cara membuatnya, semakin bagus hasilnya, semakin mahal harganya.

Bukan soal wine atau daging Ham yang dijual mahal, tapi saya bisa menarik kesimpulan pesan yang hendak disampaikan Pak William Wongso pada saya, bahwa jangan takut untuk membuat produk premium, berkualitas meski harus dijual dengan harga yang mahal, karena semua produk mahal itu pun punya konsumennya sendiri. "Pertahankan kualitas! Jangan karena banyak pesanan, lantas proses produksinya kita percepat untuk mengejar pesanan yang berdatangan. Kualitas itu penting!" pesan Pak William Wongso di sela-sela pembicaraan kami bertemankan gemericik hujan di kawasan Melawai sore jumat kemarin.

Maka, tahun ini kami pun akan membuat salah satu produk premium sesuai pesan Pak William Wongso. Semoga Allah SWT memberikan kami jalan rejeki melalui ikhtiar ini. Amin. Apa produk premium kami itu? Terus pantau twitter kami ya…. ^-^

Pasarterasi.web.id
Twitter/FB @pasarterasi

Surprise Jambal Pancing Get Surprise

Leave a comment

Meski telat 20 menit dari janji ketemuan dengan Pak William Wongso di kantornya siang ini karena salah jalan, namun berkat kuasa Tuhan Yang Maha Esa, nampaknya itu waktu yang tepat. Pasalnya saat saya tiba di sana, beberapa mobil sudah keluar dari parkiran kantor William Wongso Series di daerah Blok M tersebut. Nampaknya rapat beliau sudah selesai.

Setelah saya dapat konfirmasi dari Sekretarisnya Pak William, bahwa Pak William Songso sedang santai, maka saya beserta istri segera masuk ke kantor beliau. Dan tak disangka, ternyata di ruang kantor beliau yang luas dan penuh dengan alat memasak itu, masih ada dua relasi beliau. Ibu Santhi Serad (www.santhiserad.com) dan satu perempuan lagi (saya tak ingat namanya).

Dengan sangat welcome, Pak William Wongso menyambut kehadiran kami dengan menghampiri kami, mengajak salaman dan mempersilahkan duduk. 2 orang relasi beliau dan Sekretarisnya pun ikut menghampiri dan menyalami kami. Terasa seperti tamu besar saja…. ^-^

Akhirnya ikan Jambal Pancing yang sudah dikemas dengan sangat rapi dan berat itu, saya serahkan kepada Pak William sebagai hadiah “langka” dari kami, juga sebagai ungkapan terima kasih kami selama ini kepada beliau yang sudah memberi banyak pengetahuan & mempopulerkan Ikan Jambal Pancing ini.

“Wah, kebetulan sekali ya Pak William nya sedang senggang” ujar Sekretaris beliau. Memang betul sekali, di balik kepadatan aktivitas beliau, bahkan tanggal 7 Januari besok, beliau akan pergi ke Denpasar, setelah tanggal 3 Januari kemarin baru tiba dari Yogyakarta, kesempatan kali ini memang sangat istimewa. Yang pasti, pertemuan ini tidak akan terjadi tanpa campur tangan Tuhan Yang Maha Esa, pikir saya.

Lebih dari 5 kali kami berfoto, dari beberapa kamera milik Pak William Wongso dan 2 orang relasi beliau yang memang belum pulang meski rapat telah selesai sebelum kami datang. Bahkan Pak William tanpa ragu, mengajak saya foto bersama sambil memegang Ikan Jambal Pancing tersebut. Namun sayang sekali, karena gugupnya, saya dan istri lupa foto menggunakan kamera kami sendiri. [image :( ]

Sambil duduk santai dalam pembicaraan penuh kehangatan itu, kami pun di suguhi beberapa makanan baru bagi kami. Ada keju dari Belanda yang sudah berumur 3 tahun. Warnanya orange, mirip seperti Jeruk Santang yang dijual di pasaran. Rasanya memang tidak seperti keju-keju yang kita jumpai di pasaran. Bahkan anak saya, Hana, ketagihan sampai beberapa kali Pak William memotongkan keju Belanda itu untuk Hana. This is the real Cheese!

 

https://path.com/p/2cL0Y2
Photo Credit by Santhi Serad

Ada juga kue mirip tart, dengan tampilan mirip motif batik, rasanya enak. Sekilas terlihat seperti Brownies Motif Batik. Lezat sekali. Bu Santhi Serad menceritakan bahwa kue itu dibuat dari Buah Tin. Dan Pak William pun menceritakan bagaimana getah Buah Tin ini digunakan juga dalam pembuatan Keju di Belanda. Saya bukan ahli kuliner, yang memiliki lidah sensitif soal rasa seperti Pak William Wongso atau Pak Bondan, yang pasti kue ini lezat.

Pertemuan selama 1,5 jam itu pun diisi dengan demo membuat cemilan dari Pak William kepada kami. Beliau menunjukkan cara membuat cemilan seperti lumpia, yang diisi dengan goreng apel hijau, kismis, mentega, minyak zaitun dan gula. Saya tidak sempat menuliskan resep resepnya, yang pasti saya dan istri terkesima dengan pertunjukan masak Pak William. Beliau pun mempersilahkan kami mencicipi hasil masakan beliau. Kami belum pernah merasakan rasanya apel hijau yang digoreng dengan minyak zaitun, mentega dan gula, dicampur kismis, tapi hasilnya Maknyus! Pak Bondan bilang.

Numpang narsis ah bareng Pak William Wongso

Akhirnya kami pun pulang jam 4 sore karena perjalanan pulang masih jauh. Tak lupa Pak William pun memberikan hadiah untuk anak kami, setoples kue organik yang sehat. Seperti sebelumnya pun saya pernah di berikan hadiah Rendang Padang William Wongso Series saat pertama kali bertemu beliau setahun yang lalu. Penuh syukur dan bahagian kami rasakan dalam perjalanan pulang. Banyak sekali cerita dan ilmu yang kami dapatkan dari beliau.

Sebelum kami pulang, beliau sengaja menggantung Ikan Asin Jambal Pancing dari kami tersebut di pintu salah satu ruangan beliau. “Biar yang lain bisa lihat” kata beliau. Karena kabarnya beliau masih ada meeting di kantor beliau ini, sehingga bisa dilihat oleh relasi beliau lainnya.

ImageKomentar salah satu relasi Pak William Wongso

Salah satu pesan beliau untuk usaha kami, “Pertahankan kualitas produk, tidak usah risau dengan harga”. Bahkan untuk 1 Kg daging ikan seharga 700 ribu pun masih ada yang beli, pesan beliau. Produk premium pun punya konsumennya sendiri.

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 588 other followers