Lokasi panas di dekat akses pintu tol

Leave a comment

HOT Location!!! Kira-kira siapa yang mau beli di sini Ya? Dekat akses tol, lokasi adem..#property

View on Path

Penginapan di Sayang Heulang Beach

Leave a comment

Terima kasih kepada sahabat pembaca yang sudah berkenan mengunjungi lokasi wisata pantai ini. Kehadiran sahabat semua di saat liburan panjang Puasa tahun ini telah membantu mengangkat perekonomian masyarakat setempat. Salam hangat dari kami.

Catatan Hendra Permana

Sayang Heulang Beach

Dari sekian banyak lokasi wisata pantai di pulau Jawa (Java Island), pantai di Pameungpeuk, Garut ini masih perawan. Pantai yang berbatasan dengan samudera Hindia ini bersih dan natural.

Simak rekaman video saya ini :

https://www.youtube.com/watch?v=1mpc-5XdP7s&feature=youtube_gdata_player

Yang ingin tahu lokasi pantai ini, bisa di cek di peta Google Maps :

http://goo.gl/maps/KHdml

Kondisi air laut masih jernih bersih dan banyak karang

image

Pemandangan dari belakang penginapan

image

Pemandangan dari lantai atas penginapan

image

Penginapan membelakangi pantai untuk menghindari terpaan angin yang sangat kencang

image

Pemandangan di depan penginapan

image

Lokasi penginapan hanya 20 meter dari pantai, jarak yang cukup aman dan nyaman untuk menikmati kesejukan suasana pantai yang sangat nyaman.

Penginapan 2 lantai dengan total 4 kamar tidur ukuran 3 × 3 meter, 1 kamar mandi, ruang memasak dan ruangan santai.
Tarif sewa Weekend/Weekdays (Libur Nasional/Sabtu/Minggu) 1 juta rupiah/hari.
Tarif sewa hari biasa (Senin-Jumat) 600.000 rupiah/hari.
(Harga sewa penginapan belum termasuk tiket masuk lokasi wisata…

View original post 14 more words

Catatan Kecil Investasi Cipaganti

Leave a comment

Tawaran investasi dari Cipaganti atau lebih tepatnya Koperasi Cipaganti ini sudah menarik perhatian saya sejak saya masih kuliah di Bandung sekitar tahun 2005 an. Bahkan hingga terakhir saya lihat penawaran yang sama sekitar satu tahun yang lalu di salah satu pameran investasi, saya masih saja melirik tawaran dari Cipaganti ini. Saking menariknya saya sempat terpikir untuk menjual mobil saya dan menginvestasikan uangnya ke Cipaganti.

Yang menarik perhatian saya dari tawaran investasi ini karena ada nama besar “Cipaganti” dibelakang penawaran ini. Cipaganti adalah nama perusahaan besar yang bergerak di bidang travel dan transportasi. Menitipkan investasi kepada sebuah perusahaan besar bagi saya seperti menitipkan sebuah masa depan yang cerah.

Dan saya yakin bahwa ke 8700 nasabah yang dananya “menguap” tersebut juga dimotivasi bahwa dana investasi mereka di simpan di tempat yang terpercaya, yakni Cipaganti. Nilai minimal investasi 150 juta (media massa ada yang menyebutkan 100 juta) bukanlah nilai yang kecil. Bahkan dari total dana yang digelapkan sang direktur sebesar 3,2 Triliun jika dibagi rata ke 8700 mitra maka ada sekitar Rp. 367.816.091,954 per orang. Jumlah investasi yang menakjubkan.

Program kemitraan investasi Cipaganti ini dimulai dari tahun 2002 dengan return minimal 1,4% per bulan untuk 1 tahun kemitraan kerjasama hingga 1,7% per bulan untuk 4 tahun kemitraan kerjasama, dengan besaran profit tetap selama kerjasama dilakukan. Setiap nasabah atau mitra kerjasama akan mendapatkan bilyet giro sebanyak 12 lembar untuk pencairan selama 12 bulan.

Sebagian orang mengira bahwa sebuah investasi sudah dianggap aman manakala tertulis secara hitam di atas putih dalam surat perjanjian yang resmi terikat dalam akte notaris. Namun apalah guna secarik kertas perjanjiaan saat uang sudah melayang.  Saat kehendak Sang Kuasa sudah ditetapkan dan semua usaha manusia tidak membuahkan hasil sesuai harapan.

Jadilah Investor Pintar

Pelajari bisnis yang akan Anda danai tersebut. Tidak perlu mempelajari secara teknis terkecuali Anda akan ikut terjun sebagai pengelola, namun pelajari bagaimana operasional bisnis tersebut dijalankan. Bagaimana pihak manajemen menggunakan uang mereka dan bagaimana pihak manajemen mendapatkan profit, dan bagaimana pihak manajemen mengelola jalannya bisnis. Kita harus pelajari seluk beluk bisnis tersebut.

Cermati potensi keuntunggan (return) yang dijanjikan. Cermati juga bagaimana potensi kerugian (loss) yang mungkin terjadi. Karena tak ada bisnis yang akan selalu untung. Ada saatnya sebuah bisnis mengalami kerugian. Pastikan Anda memahami besaran keuntungan atau kerugian yang mungkin dihasilkan dari bisnis itu.

Harus ada transparansi. Investasi yang tidak transparan patut mengundang pertanyaan. Investor berhak mengetahui bagaimana pengelola bisnis itu memutarkan dana investor sehingga mampu menghasilkan keuntungan yang besar. Investor juga berhak mengetahui tingkat keuntungan, resiko, analisa pasar dan aspek sosial sebuah investasi.

Selain tentunya kita pun wajib mengecek identitas perusahaan, pihak manajemen yang ada dibelakang perusahaan tersebut serta bagaimana laporan keuangan bisnis tersebut selama ini. Dalam kasus Cipaganti ini, saya yakin investor tidak perlu melakukan tahapan ini karena mereka percaya dengan nama Cipaganti-nya.

Beritanya bahwa Koperasi Cipaganti ini tidak berhubungan dengan eksistensi Perusahaan Cipaganti. Karena yang mengalami masalah ini adalah Koperasi Cipaganti Karya Graha Persada, bukan PT. Cipaganti Citra Graha Tbk. Namun kita sebagai masyarakat dan investor, tentu tidak dapat membedakan perbedaan kedua perusahaan ini selama tidak ada keterangan resmi dari pemilik merk Cipaganti. Dan lagi pula memang sumber masalahnya terjadi dikarenakan Koperasi Cipaganti yang tidak menyalurkan dana investasinya sebagaimana perjanjian dengan pihak investor.

Investasi bukan hitungan pasti

Hikmah yang bisa saya petik dari kejadian ini bahwa :

Sebagai perusahaan atau organisasi besar, perlu kita berhati-hati dalam menjalin kerjasama dengan organisasi yang mencatut nama kita. Dalam hal ini Perusahaan Cipaganti dengan Koperasi Cipaganti. Kita masyarakat tidak bisa memisahkan dan membedakan selama tidak ada keterangan resmi dari pemilik nama besar tersebut. Dan akibat kejadian ini, merk Cipaganti telah mengalami kerugian yang besar.

Sebagai pemilik dana, nama besar tidak memberikan jaminan integritas dan keamanan atas dana investasi yang kita titipkan. Memang dalam kasus Cipaganti ini, kerugian dana investasi nasabah disebabkan karena penggelapan uang yang dilakukan direktur Cipaganti, bukan disebabkan kinerja perusahaan. Namun, kita sebagai pemilik dana pastinya percaya kepada nama besar Cipaganti-nya, bukan kepada direktur atau orang yang ada di dalam Cipaganti.

Dari kejadian ini, semakin menambah keyakinan saya bahwa seberapa menariknya pun hitungan bisnis yang ditawarkan, return yang dihasilkan, nama besar yang menggawangi investasi tersebut, seberapa banyak notaris yang mengawal legalitas investasi ini, hitam di atas putihnya, dan lain lain, tetap saja tidak memberikan kepastian mengenai hasil yang sudah di rencanakan di atas kertas tadi. Karena hakikatnya yang memberikan hasil usaha atau investasi dari uang yang kita titipkan, adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menguasai rejeki di muka bumi ini. Bukan karena kehebatan tim manajemen yang berada dibelakang nama besar perusahaan atau karena banyaknya pengalaman bisnis yang telah di tempuh. Namun juga bukan berarti dengan banyaknya kejadian seperti ini, lantas kita menjadi takut untuk berinvestasi.

Oleh karena itu, mindset pertama yang harus kita gunakan saat kita memutuskan untuk berinvestasi adalah “Yakinlah bahwa apapun return yang akan kita terima nanti pastinya sudah rejeki dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala”. Dan setidaknya kita semua sudah melakukan tahapan Pelajari, Cermati dan Amati sebagaimana saran saya di atas.

Semoga tidak ada lagi sahabat kita yang dikorbankan atau merasa menjadi korban. Jadilah investor bisnis yang pintar dan tangguh. Kasus Cipaganti bukanlah kejadian investasi bodong, melainkan investasi ribawi yang (kembali terbukti) hangus. Akan saya ceritakan dalam tulisan saya berikutnya.

Lubang Pantura masih lebih baik daripada lubang jalur Selatan

Leave a comment

http://finance.detik.com/read/2014/01/22/165458/2475093/4/gara-gara-banjir-3000-lubang-menganga-di-jalan-pantura

Lubang menganga bukan hanya "milik" Pantura. 3000 lubang masih lebih baik.

Coba perhatikan lubang yang ada di sepanjang jalur Cirebon-Sumedang-Bandung. Selain lubang kecil, banyak terdapat lubang yang sangat besar yang kadang di tengah jalan atau sisi jalan. Lubang besar yang lebih cocok disebut kolam ikan.

Pengalihan jalur dari Pantura kemarin akibat banjir di sepanjang jalur Pantura Jakarta arah Indramayu, berakibat jalur Bandung-Sumedang-Cirebon lebih diminati oleh kendaraan besar yang terbiasa lewat jalur Pantura Subang Indramayu. Akibatnya terjadi penambahan volume kendaraan lebih dari 2 kali lipat dibanding hari biasa, sehingga kemacetan terjadi. Ditambah jalanan yang sangat berlubang.

Saya mengalami sendiri. Tanggal 19 Januari kemarin, saya berangkat dari Cirebon jam 5 sore dan baru tiba di Sumedang jam 12 malam. Ada kemacetan akibat truk mogok di tanjakan Nyalindung dan akibat jalan rusak parah sehingga hanya bisa dilewati satu jalur saja. Dengan kondisi jalan relatif baik dan volume kendaraan normal saja, biasanya jarak Cirebon-Sumedang saya tempuh dalam waktu 2 jam saja dengan kecepatan rata-rata 60km/jam.

Tanggal 20 Januari kemarin, saya lanjut perjalanan dari Sumedang arah Bandung. Berangkat dari Sumedang jam 4 sore, tiba di Pintu Tol Cileunyi jam 8 malam. Saat itu pintu tol Cileunyi sudah dipenuhi antrian kendaraan dari arah Sumedang. Kondisinya sama, jalan rusak dan banyak kendaraan truk berat yang melaju pelan di tanjakan.

Pengalihan jalur Pantura akibat banjir kemarin ternyata tidak berlangsung mulus karena tidak ada kesiapan infrastruktur dan petugas lalu lintas yang bertugas. Jalur Provinsi Bandung-Sumedang-Cirebon punya masalah kondisi jalan yang tidak lebih baik dari Jalur Pantura.

Penginapan di Sayang Heulang Beach

4 Comments

Sayang Heulang Beach

Dari sekian banyak lokasi wisata pantai di pulau Jawa (Java Island), pantai di Pameungpeuk, Garut ini masih perawan. Pantai yang berbatasan dengan samudera Hindia ini bersih dan natural.

Simak rekaman video saya ini :

https://www.youtube.com/watch?v=1mpc-5XdP7s&feature=youtube_gdata_player

Yang ingin tahu lokasi pantai ini, bisa di cek di peta Google Maps :

http://goo.gl/maps/KHdml

Kondisi air laut masih jernih bersih dan banyak karang

image

Pemandangan dari belakang penginapan

image

Pemandangan dari lantai atas penginapan

image

Penginapan membelakangi pantai untuk menghindari terpaan angin yang sangat kencang

image

Pemandangan di depan penginapan

image

Lokasi penginapan hanya 20 meter dari pantai, jarak yang cukup aman dan nyaman untuk menikmati kesejukan suasana pantai yang sangat nyaman.

Penginapan 2 lantai dengan total 4 kamar tidur ukuran 3 × 3 meter, 1 kamar mandi, ruang memasak dan ruangan santai.
Tarif sewa Weekend/Weekdays (Libur Nasional/Sabtu/Minggu) 1 juta rupiah/hari.
Tarif sewa hari biasa (Senin-Jumat) 600.000 rupiah/hari.
(Harga sewa penginapan belum termasuk tiket masuk lokasi wisata pantai sebesar 5000 rupiah per orang.

Booking tempat penginapan : telepon ke 087782263736 / 085312429858

Tak selamanya pelanggan kita buta

Leave a comment

Pilih ini atau ini? Tanpa disadari, dalam memilih sesuatu kita seringkali melihat bungkus atau kemasan atau tampilan aksesoris”sesuatu” yang akan kita pilih tersebut.

Katakanlah dalam hal mencari jodoh, tentu indikator pertama menilai seseorang itu baik atau tidak, kita lihat dari penampilan dia. Kelimis, rapi dengan tambahan sedikit baju yang berwarna dan bau parfum yang sedikit semerbak seringkali mengecoh kita untuk menilai si dia apakah orang yang ramah atau tidak. Tampilannya yang keren sudah menghipnotis kita untuk menentukan pilihan jodoh yang baik dunia akhirat.

Pun dalam hal memilih makanan. Misalkan kita akan membuat sambal terasi untuk pertama kalinya, dan kita belum pernah membeli terasi untuk pertama kalinya, maka saat kita ke warung, kita akan mencari terasi yang menurut kita baik dan sesuai selera kita..dan indikator pertama yang kita ingat yakni cari terasi yang memiliki kemasan yang cukup meyakinkan, misalkan terasi merk A. Tanpa menghiraukan bagaimana dengan rasa terasinya, tentu kita sudah kepincut duluan dengan tampilan terasinya yang cantik tadi.

Setidaknya contoh pengalaman hidup seperti inilah yang agak mengganggu “pertapaan” saya dari dunia online selama ini. Sejak yang kedua kalinya ada calon pembeli dari luar Indonesia yang berminat menjualkan terasi saya. Kali ini pembeli dari Belanda tersebut memberi syarat : saya harus membuatkan kemasan terasi yang ciamik dalam bahasa Belanda pula agar bisa memenangi persaingan di dunia per-terasi-an Belanda.

Apakah ini menjadi sebuah momentum bagi usaha kita untuk kembali merapikan diri, mempercantik dagangan agar menarik minat pembeli, utamanya pembeli luar Indonesia. Apalagi jika pasar bebas 2015 nanti datang, disaat persaingan usaha semakin kencang, mungkinkah tampilan dagangan kita masih seperti ini saja?

Saya semakin sadar bahwa tak selamanya kita bisa memenangi kompetisi usaha yang masih mengutamakan rasa (taste) di lidah. Karena ternyata kemasan/tampilan dari usaha ataupun  dagangan kita adalah bagian dari rasa (taste) itu sendiri.

Sekedar mengingatkan diri sendiri dan sahabat semua untuk terus mempercantik usahanya agar senantiasa menjadi pilihan hati pelanggan kita.

Hendra Permana
pasarterasi.web.id | Resep Original Terasi ada di sini
087782263736

Yang Kecil Yang Konsisten

Leave a comment

Diantara kelemahan kita dalam membangun kebiasaan yang produktif yakni senantiasa menginginkan hasil yang langsung terbukti, langsung berhasil, sementara kita mengabaikan prosesnya. Ini biasanya muncul karena rasa : kurang sabar.

Kebiasaan yang baik tidak mungkin berhasil menyerap dalam kehidupan kita jika tidak kita biasakan untuk melakukannya dalam porsi yang kecil-kecil. Kemampuan kita juga untuk dapat menghilangkan rasa terburu-buru untuk mendapatkan hasilnya segera. Bahasa kerennya : Ambisius!

Dari tulisan Mas Yodhi "7 Kesalahan Fatal Dalam Membangun Habit Dan Perilaku Yang Produktif" (http://strategimanajemen.net/2012/10/29/7-kesalahan-fatal-dalam-membangun-habit-dan-perilaku-yang-produktif/) bahwa salah satu error yang seringkali menghambat impian-impian saya adalah sulit untuk memulai dari hal yang kecil.

Saat tujuan yang konkrit sudah dibuat, kondisi sudah di reka untuk mendukung tujuan, namun masih saja kita mengabaikan proses yang harus kita mulai itu. Memulai! Itu hal yang paling sulit kita lakukan.

Dan memang, nampaknya semua impian yang dimiliki orang-orang hebat di dunia ini juga seringkali dimulai dari hal yang kecil. Dalam membangun peradaban Islam yang kokoh, Muhammad Salallahu ‘alaihiwasallam memulai dari istrinya, Khadijah. Merambah ke sahabat dan keluarganya, penduduk Mekkah hingga akhirnya seluruh dunia.

Mulai dari hal yang kecil, mulai saat ini, dan konsistenlah maka perubahan itu akan terwujud (atas kehendak Yang Maha Menciptakan, tentunya…) Ayoo bergerak….!!!!

Older Entries